Closeup Ajak Anak Muda Suarakan Isi Hati Pada Pasangannya 

Press conference kampanye terbaru Closeup yakni #SpeakUpForLove di Kemang, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM : Closeup, brand pasta gigi dari PT Unilever Indonesia Tbk mengajak anak muda menyuarakan isi hati pada pasanga dan memperjuangkan hubungan cinta mereka.

Ajakan ini tercermin dalam kampanye terbaru Closeup yakni #SpeakUpForLove. Kampanye ini hadir di tengah fakta bahwa banyak pasangan muda di Indonesia yang masih menghadapi berbagai tantangan di tengah hubungan yang sedang mereka jalani.

Fiona Anjani Foebe selaku Head of Marketing Oral Care PT Unilever Indonesia, Tbk mengatakan Indonesia adalah bangsa yang kolektif, salah satu buktinya adalah tingginya jumlah pernikahan endogami atau pernikahan antara suku atau kekerabatan yang sama.

Data Badan Pusat Statistik 2010 menunjukkan 89,3% pasangan di Indonesia menikah secara endogami. Di balik fakta tersebut, banyak dari pasangan ini mengalami masalah yang disebabkan oleh alasan fundamental seperti pandangan hidup yang tidak sejalan atau argumen yang berkelanjutan. Artinya, persamaan latar belakang tidak menjamin persamaan pandangan hidup.

“Saya percaya bahwa kebebasan untuk memilih pasangan yang sejalan dengan pandangan hidup tanpa terbelenggu pada batas-batas konvensional seperti persamaan suku, latar belakang sosial, atau selisih usia yang dipandang ideal adalah hak setiap manusia, sehingga mereka dapat mengungkapkan cinta dengan percaya diri, serta bebas dari keraguan akan penilaian dari orang lain. Oleh karena itu, Closeup berkomitmen untuk menghilangkan stereotype dari makna kedekatan, dan secara nyata mendukung anak muda dalam merealisasikan kedekatan dengan orang yang sejalan dengan pandangan hidupnya,” jelas Fiona di Kemang, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Baca:  Antisipasi Pergeseran Tren Pariwisata Dunia Selepas Pandemi
Prosesi peluncuran kampanye terbaru Closeup yakni #SpeakUpForLove.

Ia mengungkapkan pihaknya membuat survei mengenai kebebasan untuk mencintai. Survei dari tim global CloseUp yang melibatkan 514 anak muda di Indonesia ini memperlihatkan bahwa hanya 1 dari 2 anak muda yang percaya bahwa mereka bebas menentukan pilihan untuk bersama dengan orang yang mereka cintai, tanpa memandang latar belakangnya.

Namun, 79% dari mereka mengaku telah mengikuti keinginan hati dan sedang atau pernah memilih untuk berada di hubungan yang tidak konvensional, seperti hubungan berbeda suku dan kelas sosial, atau usia yang terpaut jauh.

“Survei ini juga menunjukkan bahwa pasangan-pasangan yang menjalani hubungan ‘tidak konvensional’ ini menghadapi tekanan yang sangat kuat sehingga akhirnya kehilangan suara mereka: 43% dari mereka akan merahasiakan hubungan mereka karena tidak direstui orangtua, 31% merasa bersalah terhadap keluarga mereka, 58% merasa didiskriminasi, di-judge, atau dipermalukan, dan 44% bahkan terpaksa mengakhiri hubungan karena tidak direstui orangtua maupun masyarakat,” ungkap Fiona.

Baca:  Unilever dan Baznas Sambangi 44 Panti Asuhan di Indonesia Salurkan Produk & Alat Kebersihan

Sementara itu, Pingkan Rumondor, M.Psi seorang Psikolog klinis dan Peneliti relasi interpersonal saat ini mulai mengamati adanya perilaku ‘sliding’ daripada ‘deciding’ diantara pasangan-pasangan muda, dimana mereka cenderung patuh ke batas-batas cinta konvensional yang ditentukan oleh masyarakat, tanpa aktif mengeksplorasi dan secara sadar memutuskan pilihannya sendiri. Tanpa keberanian untuk menyuarakan keinginan, kebahagiaan mereka pun akhirnya menjadi terbatas.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa pria dan wanita akan lebih mampu merasakan hubungan yang rewarding saat mereka berani memutuskan dan mengungkapkan hal-hal yang dianggap penting dalam hubungan, dibandingkan hanya mengikuti arus. Salah satu tahapan yang paling penting adalah memahami apa yang ingin kita rasakan dan dapatkan dari sebuah hubungan sehingga kita dapat lebih percaya diri menyuarakan isi hati kepada pasangan, dan akhirnya mencintai orang yang sesuai dengan nilai-nilai kita,” terang Pingkan.

Baca:  Wall’s Kampanyekan Merah Putih Menyatukan Kita

“Rasa percaya diri ini juga akan membantu mereka menemukan keberanian untuk meyakinkan semua orang baik itu orangtua atau masyarakat bahwa hubungan mereka pantas diperjuangkan,” imbuhnya.

Sebagai salah satu wujud dari kampanye #SpeakUpForLove, Closeup akan melakukan rangkaian workshop yang bertujuan mendukung pasangan muda di Indonesia lebih percaya diri untuk menyuarakan isi hati mereka.

“Closeup berharap akan lebih banyak pasangan muda Indonesia yang berbahagia dalam hubungan yang sehat, dan meneruskan kebahagiaan ini kepada generasi masa depan,” tutup Fiona. @Rudi