Kejari Lamongan Kumpulkan Data Untuk Jebloskan Sekdes Sumberejo Pucuk

(Kasi Intel Kejari Lamongan, Rustamaji Andica di Kantor Kejaksaan Negeri Lamongan). Foto_Fer

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Pihak Kejaksaan Negeri Lamongan masih terus melakukan pengumpulan data terkait penyelewengan Dana Desa (DD) senilai Rp. 760,65 juta tahun 2019 yang dilakukan terduga pelaku Sekertaris Desa (Sekdes) Sumberejo, Kecamatan Pucuk Ahmad Andis dan kawan-kawan.

Terkait laporan ketua Lembaga Persatuan Pemburu Korupsi (LPPK) Afif Muhammad, kini pihak Kejari Lamongan akan bekerja sama dengan inspektorat untuk mengaudit pembangunan di beberapa dusun di Desa Sumberejo yang dilakukan oleh terduga pelaku.

Dugaan adanya penyelewengan uang negara melalui Dana Desa (DD) dilakukan dengan cara mengurangi volume matrial yang tidak sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB).

Ketua LPPK juga menambahkan bahwa terduga pelaku Andis membawa uang BUMDES sebesar Rp. 50 juta pada tahun 2018. Uang tersebut dan rekening hingga kini dipegang oleh terduga pelaku.

Baca:  Kapolres Bangkalan Apresiasi Deklarasi Pernyataan Sikap Lawan Aksi Terorisme 

Sementara dari pihak Kejaksaan Negeri Lamongan melalui Kasi Intel Kejari Lamongan, Rustamaji Andica, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pengumpulan data dan tahap klarifikasi terhadap beberapa saksi terkait laporan dugaan penyelewengan dana desa (DD) yang merugikan uang negara hampir Rp. 800 juta yang diduga dilakukan Ahmad Andis selaku Sekertaris Desa (Sekdes) Sumberejo, Kecamatan Pucuk, Lamongan.

“Kami masih dalam tahap pengumpulan data dan klarifikasi terhadap saksi terduga Sekdes Ahmad Andis dan beberapa saksi lainnya atas laporan dugaan tersebut”, kata Rustamaji.

KasiIntel juga menambahkan jika dibutuhkan maka pihak Kejari bersama Inspektorat akan melakukan audit terhadap pembangunan yang diduga telah di markup oleh terduga pelaku.

Baca:  Diduga kuat banyak proses Rekruitmen Calon Dirut dan Direktur Consumer Ritel Bank Jatim Disembunyikan oleh Panitia Seleksi.

“Kalau memang diperlukan nanti bersama Inspektorat kita meninjau langsung ke lokasi untuk pengumpulan bukti selanjutnya”, jelasnya saat diwawancara media Jumat (6/3/2020).

Jika memang terbukti terduga pelaku telah melakukan penyelewengan Dana Desa (DD) di Desa Sumberejo, Kecamatan Pucuk, Lamongan, akankah dijebloskan kedalam jeruji tahanan? Simak terus berita selanjutnya di kanalindonesia.com

Jurnalis : Omdik/Fer
Kabiro : Ferry Mosses