Soal Kasus Dugaan Pencabulan di Jombang, Ketua KPA Aris Merdeka Sirait Sebut Pelapor Sudah Dewasa

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Ditanya terkait dirinya menemui pimpinan pondok pesantren Tarekat Shiddiqiyah, Ploso, Kiai Muhammad Muchtar Mu’thi di salah satu hotel di Jombang, pada Sabtu (7/3/2020) siang. Ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA) Aris Merdeka Sirait membenarkan, jika disana ia hanya menjalin silahturahmi, tidak ada sangkut pautnya dengan perkara dugaan pencabulan yang dilakukan MSA yang sedang ditangani Polda Jatim.

“Saya dengan beliau (Kiai Muhammad Muchtar Mu’thi) hanya silaturahmi. Beliau sakit karena habis jatuh,” ujar Aris saat dikonfirmasi wartawan di Jombang, (7/3/2020).

Karena Aris menyebutkan, kasus tersebut wewenang aparat kepolisian, bukan masuk ranah KPAI. Mengingat, pelapor pada saat kejadian berusia lebih dari 18 atau memasuki fase dewasa, bukan dibawah umur.

Baca:  Kelompok Seni Hadrah Beranggotakan Polwan Trenggalek Tampil Memukau

“Permasalahan hukum tentang dugaan pencabulan itu bukan jadi wewenang KPAI. Karena pelapor bukan di bawah umur, karena sudah berusia 19 tahun, waktu 2017. Itu sudah dewasa, bukan anak di bawah umur. Jika usianya di atas 18 tahun sudah bukan lagi di bawah umur,” katanya.

Jadi Aris kembali menegaskan, bahwa status pelapor pada saat itu bukan lagi dibawah umur. Maka ketika ditanya dari sisi hukum, jika kasus tersebut bukan lagi ranah anak-anak, Sirait menguraikan, proses hukumnya harus sesuai prosedur orang dewasa.

“Yang saya dengar karena kasusnya orang dewasa, ya saya tidak bisa ikut campur proses hukumnya,” ungkapnya.

Sirait menambahkan, yang dimaksud kejahatan luar biasa adalah kejahatan dimana korbanya usia anak-anak. Namun Aris menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berkata jika akan melakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan.

Baca:  Surabaya Raya Dijadikan Prioritas Sasaran Operasi Yustisi

“Tapi saya gak pernah mengatakan kalau itu dilakukan terhadap anak-anak, harus segera dilakukan (penangkapan), tidak pernah lho ya. Karena itu bukan wewenang kami,” tandas Sirait lalu bergegas meninggalkan hotel dengan menggunakan mobil. Ady