Satu Terduga Pelaku Penyelewengan DD Sumberejo Pucuk Lamongan Melarikan Diri

(Ketua Lembaga Persatuan Pemburu (LPPK) Afif Muhammad melakukan pemeriksaan bersama warga). Foto_fer

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Kasus dugaan penyimpangan uang negara melalui Dana Desa (DD) tahun 2019 sebesar Rp. 760,65 juta di Desa Sumberejo, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, masih terus ditangani Kejaksaan Negeri Lamongan.

Bahkan satu terduga pelaku Rali Sugiarto selaku Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) kasus dugaan penyelewengan bersama terduga pelaku Ahmad Andis selaku Sekertaris Desa (Sekdes) Sumberejo, Pucuk, melarikan diri ke Kalimantan.

(Surat Laporan LPPK Yang Ditujukan Ke Kejaksaan Negeri Lamongan). Foto_fer

Terduga pelaku Ketua TPK desa Sumberejo, Pucuk, bersama terduga pelaku Ahmad Andis membawa uang negara melalui Dana Desa (DD) sebesar lebih dari Rp. 459 juta. Anggaran ini tertera dalam laporan Ketua Lembaga Persatuan Pemburu Korupsi (LPPK) Afif Muhammad ke Kejaksaan Negeri Lamongan.

Baca:  Miris!!! Angkat Berita Alih Fungsi Trotoar, Anggota PWI Trenggalek Diancam Warga Net

Uang negara yang dibawa terduga pelaku Rali Sugiarto sebesar Rp. 240 juta melalui terduga pelaku Sekdes Sumberejo, Pucuk, ini terbukti belum dibayarkan ke pemborong CV. Dinar Jaya.

(Halaman Pertama Surat Laporan Terduga Pelaku Sekdes Sumberejo, Pucuk, ke Kejaksaan Negeri Lamongan). Foto_fer

Menindak lanjuti surat Laporan No. 374/LPPK/IX/2020 yang tertera dalam pengaduan dugaan penyimpangan uang Negara melalui DD, pihak LPPK memberikan tambahan bukti-bukti kongkrit terhadap penyalahgunaan yang dilakukan terduga pelaku Ahmad Andis Sekdes Sumberejo, Pucuk, dan Kawan-kawan.

(Surat Laporan Mantan PJ Kades Sumberejo Pucuk 2019 ke Kejaksaan Negeri). Foto_fer

Kasus ini juga menyeret mantan PJ Kades 2019 yang bertugas di kantor Kecamatan Pucuk karena disinyalir telah membawa Dana Desa (DD) yang tidak ada kaitannya dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) kegiatan proyek.

Jurnalis : Omdik/Fer
Kabiro : Ferry Mosses