Import dan Repacking Masker Setengah Jadi dari China, Gudang Milik DS di Safe N lock Sidoarjo Dipolice Line

SIDOARJO, KANALINDONESIA.COM : Mulai adanya warga yang terkonfirmasi Virus Corona di Indonesia rupanya dimanfaatkan oleh oknum pengusaha di Sidoarjo dengan mengimport dan melakukan packing ulang masker dari China.

Dari hasil ungkap kasus Satreskrim Polresta Sidoarjo, DS oknum yang berusaha meraup keuntungan pribadi di tengah masyarakat luas yang sedang membutuhkan ini memasarkan masker hasil produksinya.

DS adalah owner PT. DD dengan legalitas perusahaan yang diduga tidak jelas alias bodong dan berdomisili di pergudangan Safe N lock, Jalan Lingkar Timur, Desa Rangkah Kidul, Kecamatan/ Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

DS, berhadapan dengan polisi lantaran dirinya pada bulan Desember 2019 lalu, melakukan import masker dari negara China dengan kondisi setengah jadi, selajutnya di kemas ulang(repacking) di gudang miliknya dan dipasarkan tidak sesuai Standart Nasional Indonesia (SNI) Dinas Kesehatan.

Baca:  Kapolres Gresik Hadiri Upacara Hari Jadi Jatim ke-75

Menurut data yang diperoleh polisi, ada sebanyak 1,9961 juta masker atau 2356 karton (sekitar dua kontainer) yang ia datangkan dari negara China beberapa bulan yang lalu.

Di lokasi pabrik, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji, mengatakan,” pelaku ini melakukan repacking masker yang telah mereka import dari China dan menjual tidak sesuai SNI Alat Kesehatan, Alhamdulillah berdasarkan informasi dari masyrakat pelaku bisa diamankan sebelum mereka memasarkan masker lebih banyak,”kata Kapolresta.

Sementara di lokasi, Sri Ermawati dari Dinas Apoteker Sidoarjo menjelaskan kepada awak media, bahwa ribuan masker yang ada di pergudangan Safe n lock tidak sesuai dengan standart SNI yang beredar di Indonesia.

“Benar, ribuan masker yang ada di gudang ini tidak sesuai dengan standart SNI yang ada di Dinas Kesehatan yang berlaku. Harus ada uji laboratoriumnya terkait keamananya,”pungkasnya.

Baca:  Kuli Bangunan Asal Mojowarno Nekat, Edarkan Pil Koplo

Dari penggerebekan gudang tersebut Satreskrim Polresta Sidoarjo telah mengamankan dan memasang garis polisi di area pergudangan termasuk barang yang ada di dalamnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya pelaku dijerat dengan Undang-undang Kesehatan pasal 196 no.36 tahun 2009 dan pasal 62 ayat 1 jo pasal 8 ayat 1 tentang perlindungan konsumen dan pasal 106 Undang-undang no.7 tahun 2014 tentang perdagangan dengan ancaman penjara 10 tahun denda Rp1 miliar.(irw)