Muncul Retakan Baru, Pengungsi Tanah Longsor Tugurejo Ponorogo Bertambah

PONOROGO, KANALINDONESIACOM: Rekahan-rekahan baru muncul di lokasi tanah longsor di Dusun Tugunongko, Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Ponorogo, Jatim yang mengakibatkan bertambahnya warga sekitar lokasi terdampak untukmengungsi ke tempat yang lebih aman.

Bertambahnya rekahan tanah di lokasi bencana tanah longsor Desa Tugurejo tersebut dibenarkan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo Setyo Budiono.

“Benar mas, hal sekecil apapun tetap kita pantau. Dan saat ini timbul retakan-retakan baru di lokasi sekitar tanah longsor Desa Tugurejo,”ucap Budi.

Disebutkan Setyo Budiono, dari hasil pantauan petugas BPBD Senin (09/03/2020) sekitar pukul 13.00 WIB kondisi longsoran masih relatif stabil tidak ada pergerakan, namun ditemukan ada retakan dan longsoran baru dengan skala kecil disisi timur dan barat longsoran utama, air sungai keruh dan beberapa pohon pinus tumbang di lokasi longsoran utama.

Baca:  Hasil Tes DNA, Identifikasi Dua Jenazah Korban Longsor Banaran

Dengan kondisi lokasi tanah longsor tersebut, menimbulkan kekhawatiran sejumlah warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi longsor.

“Pengungsi bertambah mas, sekarang total menjadi 14KK yang terdiri dari 35 jiwa,”terang Budi.

Saat ini para pengungsi tersebar di 11 lokasi rumah kerabat yang dianggap lebih aman.

Untuk itu BPBD terus memantau perkembangan dari bencana tanah longsor dan menyiapkan sarana pendukung yang diantaranya mendirikan posko, logistik, penerangan, peralatan komunikasi.

Selain sarana pendukung yang telah disiapkan, Budi mengaku masih perlu penambahan sarana lain yang belum ada yaitu MCK, genset dan pengeras suara.

Sementara itu, Kepala Desa Tugurejo Bagong Siswanto kepada awak media mengatakan,”betul, hari Sabtu malam Minggu kemarin, karena perkembangan retakan terus meluas, akhirnya beberapa KK kembali kita pindahkan,”tutur Siswanto.

Baca:  Antisipasi Balap Liar, Sat Sabhara Polres Ponorogo Intensifkan Patroli

Siswanto menyebut, letak rumah para pengungsi baru tersebut berdekatan dengan yang lama ,” kurang lebih berjarak seratus sampai seratus limapuluh meter dari titik longsoran,”jelas Siswanto.