Apel di Pacitan; Meneladani Nasionalisme Ulama

ilustrasi apel kesetiaan NU

KANALINDONESIA.COM, PACITAN : Jelang pelaksanaan Apel Kesetiaan NU terhadap NKRI, Sabtu (07/01/17) mendatang, persiapan teknis oleh panitia semakin dimatangkan.

Tim Koordinasi apel ditingkat cabang se-Jawa Timur lebih intens berkoordinasi untuk menyiapkan peserta apel yang seluruh penyelenggaraannya ditopang dengan semangat kemandirian jama’ah dan jam’iyyah.

Ahmad Samsul Rijal, salah satu tim koordinator penyelenggara menyatakan, Apel Kesetiaan telah menggerakkan konsolidasi kekuatan internal NU di tingkat cabang se-Jawa Timur.

“Konsolidasi NU Jawa Timur itu kita satukan di Pacitan dalam bentuk Apel Kesetiaan sambil mempelajari perjuangan para wali dan ulama Pacitan dalam menguatkan NU dan Nasionalisme”, kata Ahmad Samsul Rijal.

Menurut Rijal, panggilan akrab Ahmad Samsul Rijal, penempatan Apel Kesetiaan di ujung barat selatan (Pacitan) Jawa Timur, tepatnya di Pantai Pancer Door ini sekaligus untuk menyambungkan (tawassulan) dan mengambil pembelajaran (tabarrukan) terhadap figur-figur kharismatik ulama NUsantara dalam membangun kemandirian, keteladanan berNU dan nasionalisme.

“Di samping ada pondok pesantren tertua, Tremas di Arjosari Pacitan, juga ada sosok kharismatik, Mbah Umar Tumbu, dikenal sebagai wali autad yang menjadi paku bumi tanah Jawa saat ini. Usia beliau 132 tahun, dan di samping kediaman beliau ada menara NU dengan tinggi lebih kurang 30 meter yang di ujung atas menara selalu berkibar bendera Merah Putih”, kata Rijal menambahkan.

Sosok Mbah Umar yang berusia 132 tahun tentu menjadi inspirasi bagi warga NU. Beliau sangat mengenal bagaimana kondisi Indonesia sebelum merdeka, masa kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan sewaktu agresi militer sekutu, masa pertumbuhan dan menjaga kedaulatan serta sewaktu Indonesia bergeser hingga kondisinya seperti saat ini.

Apel Kesetiaan menjadi momentum untuk mengenali kembali cita-cita NU dan NKRI serta membangun inspirasi untuk kedaulatan bangsa berdasar Pancasila dan UUD 1945 yang asli.

Kegiatan apel juga untuk meneguhkan komitmen menjaga nilai ukhuwwah wathoniyah dan ukhuwwah Islamiyah. (Tim)