Tantang Kades dan Warga dengan Golok, Pria Tulungagung ini Diciduk Polisi

Pelaku ketika diamankan di Mapolres Tulungagung (foto: istimewa)

TULUNGAGUNG, KANALINDONESIA.COM: Polisi mengamankan BDK (45), warga Desa Winong, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung lantaran pria yang memiliki usaha jasa rental mobil tersebut menebar ancaman dengan menantang Kepala Desa dan warga Winong.

Bahkan, saat beraksi pria ini menenteng golok khas Nepal (Kukri).

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, kejadian tersebut bermula saat tersangka beserta istrinya tiba di rumahnya pada Kamis (05/03/2020) malam.

Saat itu, tersangka langsung tersinggung karena membaca banner yang bertuliskan Dilarang Parkir Disini di dekat rumahnya.

“Jadi tersangka ini memiliki usaha rental mobil. Karena kendaraan yang dikelolanya banyak, sehingga diparkir di pinggir jalan. Hal inilah yang kemudian dikeluhkan warga sekitar,” katanya.

Baca:  Blusukan ke Pasar Ngemplak, Presiden Pastikan Harga Beras Stabil

Tak terima dengan banner tersebut, tersangka langsung mengambil Kukri di rumahnya dan berjalan kaki menuju ke tempat penjual nasi goreng yang tidak jauh di rumahnya.

Dengan memukul-mukulkan Kukri di dadanya, tersangka dengan lantang berteriak sambil mengumpat dan memaki warga sekitar.

“Karena merasa terancam, akhirnya si penjual nasi goreng melaporkan kejadian tersebut ke Kades yang akhirnya diteruskan ke Polsek Kedungwaru,” ungkap Pandia.

Berbekal aduan tersebut lanjut Pandia, petugas langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan tersangka pada Jumat siang.

“Karena unsur-unsurnya memenuhi sebagaimana pasal 2 ayat (1) UU Darurat No 12 Tahun 1951 dan pasal 335 ayat (1) KUHP, akhirnya tersangka ditahan dan proses hukum berlanjut,” imbuhnya.

Baca:  Kapolres Gresik Sampaikan Pesan Moral Pada Peserta Bukber, Masyarakat Jangan Terprovokasi Isu Hoax

Pandia menambahkan, atas perbuatannya tersangka bakal diancam dengan hukuman penjara maksimal 10 tahun penjara.

Sementara itu kepada pewarta, tersangka mengaku mendapatkan Kukri dengan cara membeli di toko online seharga Rp 125 ribu. Ia juga mengaku memiliki banyak Kukri dirumahnya.

“Saya memang mengoleksinya,” ucapnya singkat.

Disinggung apa yang menyebabkan ia nekat melakukan hal tersebut, tersangka mengaku hanya emosi sesaat. Menurutnya, ia juga sangat menyesali perbuatannya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pewarta, tersangka baru tinggal di Desa Winong sekitar 2 tahun yang lalu. Ia kemudian menikahi istri dari mendiang warga setempat.