Kekerasan Pada Anak Di Jatim Tertinggi Kedua Setelah DKI, Dewan Jatim Prihatin

SURABAYA KANALINDOENSIA.COM : Anggota Komisi E DPRD Jatim Kodrat Sunyoto mengaku prihatin atas tingginya angka kekerasan terhadap anak tertinggi kedua setelah DKI Jakarta.

“ Yang pertama kami prihatin sekali atas adanya informasi kalau kekerasan pada anak tertinggi kedua setelah DKI Jakarta,”ungkapnya saat ditemui di Surabaya, selasa (10/3/2020).

Politisi asal partai Golkar ini mengatakan untuk mengurangi kekerasan terhadap anak ada beberapa cara yang perlu mendapat perhatian dari Pemprov, yaitu lingkungan di sekitar masyarakat sendiri.
“ Perlu ada perhatian khusus bagaiamana Pemprov mensosialisasikan kelingkungan masyarakat sendiri tentang kekerasan pada anak,”sambung Kodrat.

Kodrat sendiri berharap OPD Pemprov yang menangani perempuan dan anak di Jatim lebih terfokus untuk mengurangi angka kekerasan terhadap anak tersebut.
Tak hanya itu, kata Kodrat, penegakan perda terhadap kekerasan pada anak juga perlu dilakukan.” Jatim punya Perda No 16 tahun 2012 tentang perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan. Ini perda dibuat untuk memberikan perlindungan pada perempuan dan anak. Sejauh ini kelihatannya penegakannya belum terlihat,”lanjutnya.

Baca:  Kedapatan Bawa Sabu, Kakek Asal Jombang Diamankan Polisi

Oleh sebab itu, kata Kodrat, jika diperlukan nantinya, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap perda tersebut.” Jika perlu dievaluasi untuk menyesuaikan adanya berbagai macam kekerasan terhadap anak, maka kami sepakat kalau memang diperlukan evaluasi,”tandasnya.

Sebelumnya, ketum Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Aris Merdeka Sirait saat di Gresik, senin (9/3/2020) membeberkan kalau angka kekerasan pada anak di Jatim kedua setelah DKI Jakarta.

Namun sayangnya Aris tak menyebut angka atas kekerasan terhadap pada anak di Jatim. Aris mengaku kalau data tersebut diperoleh dari Kemensos dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Nang