Hakim Kabulkan Gugatan Kepemilikan Wisma Persebaya di Karanggayam Surabaya

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Puluhan supporter Bonek Mania sontak bersorak kebahagiaan, setelah mengetahui gugatan yang diajukan PT Persebaya Indonesia terhadap Pemkot Surabaya dikabulkan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Gugatan yang dikabulkan majelis hakim yang diketuai Martin Ginting tersebut mengenai kepemilikan Wisma Persebaya di Jalan Karanggayam Surabaya. Meskipun begitu ada sebagian gugatan yang tidak dikabulkan, yakni terkait ganti rugi dan penguasaan terhadap objek sengketa.

Selain itu, majelis hakim menyatakan PT Persebaya Indonesia selaku tergugat sebagai pihak yang berhak dan memiliki prioritas untuk mendapatkan hak atas tanah seluas 20.500 meter persegi yang terletak di kelurahan Tambaksari, Kecamatan Tambaksari, Surabaya.

“Dalam eksepsi, menolak seluruh eksepsi yang diajukan tergugat (Pemkot Surabaya). Dalam pokok perkara, mengabulkan gugatan untuk sebagian. Menyatakan tergugat melakukan perbuatan melanggar hukum,” ucap Martin Ginting saat membacakan amar putusannya diruang sidang Cakra PN Surabaya, Selasa (10/3).

Baca:  Pulang Sekolah, Siswa SD di Ponorogo Temukan Ayahnya Tersengat Listrik

Majelis hakim juga menyatakan sertifikat hak pakai Nomor 5 Gelora Tambaksari seluas 49.400 meter persegi tertulis atas nama Pemerintah Kota Madya Daerah Tingkat II Surabaya yang diterbitkan BPN Surabaya 28 Maret 1995, sepanjang mengenai lapangan Karanggayam, Gedung Wisma Persebaya lama dan Wisma Persebaya baru (dalam sengketa) tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum.

“Terhadap putusan sesuai hukum acara, masih ada hak bagi pihak tergugat untuk menentukan sikap selama 14 hari apakah menerima, pikir-pikir, atau banding. Dengan demikian rangkaian persidangan ini kami nyatakan telah selesai dan ditutup,” kata Martin mengakhiri persidangan.

Terpisah, Raz selaku staff bagian hukum Pemkot Surabaya mengaku akan melakukan perlawanan atas putusan tersebut. Upaya hukum banding tersebut akan dilakukan setelah pihaknya menerima salinan putusan resmi.

Baca:  Kereta Wijayakusuma Anjlok di Ngawi, KAI Daop 7 Minta Maaf

“Kami menolak yang majelis hakim utarakan. Intinya sertifikat kita itu sah di mata hukum. Itu saja,” kata Raz saat dikonfirmasi usai persidangan.

Sementara Moch Yusron Marzuki selaku kuasa hukum PT Persebaya Indonesia mengapresiasi putusan majelis hakim.

“Apa yang dituangkan dalam amar putusan tadi sudah jelas, bahwa pembongkaran bangunan dan pengosongan Wisma Persebaya oleh Pemkot Surabaya merupakan perbuatan melawan hukum. Kami apresiasi putusan ini,” ujarnya.

Saat ditanya sikapnya terkait upaya hukum banding yang akan diajukan Pemkot Surabaya, masih kata Yusron, pihaknya masih pasif.

“Kita tunggu saja, kalau tergugat banding kita jawab melalui kontra banding,” pungkasnya. Ady