Kades Marobea Desak Kontraktor Tambang Galian C untuk Selesaikan Keluhan Warga dan Pengendara

Kepala Desa Marobea Muslimin Salim saat meninjau lokasi tambang galian C

MUNA BARAT, KANALINDONESIA.COM:
Kepala Desa Marobea Muslimin Salim mengaku geram dengan ulah kontraktor yang melakukan aktivitas pertambangan hingga menyebabkan jalan Poros Marobea – Lakanaha menjadi licin dan berlumpur akibat tumpahan material dari proyek tersebut.

Dirinya sangat kesal dengan ulah kontraktor PT Mitra Pembangunan Sultra yang tidak memiliki etika dalam melaksanakan proyek. Menurutnya pihak kontraktor harus memikirkan kenyamanan dan keselamatan pengendara yang melintasi jalan tersebut.

“Mestinya tumpahan atau sisa material yang ada dibadan jalan harus disiram agar jalan tidak licin dan berlumpur serta debu,” kata Muslimin saat ditemui dikediamanya. Rabu (11/2/2020).

Muslimin juga mendesak pihak PT Mitra Pembangunan Sultra untuk segera menuntaskan keluhan warga dan pengguna jalan poros marobea – lakanaha. Karena akses jalan di daerah tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang hendak menuju wadaga, wakuru dan buton tengah.

Baca:  Pertamina Sumbang BBM untuk Posko Pengungsian

Tak hanya itu pengambilan material juga mempengaruhi transportasi karena sisa – sisa batu kapur yang terhambur dijalan pada musim hujan menjadi licin dan pada musim kemarau menjadi debu . Selain itu jalan poros Marobea _Lakanaha adalah manjadi akses jalan yang dilewati warga desa marobea yang hendak kekebun.

“Mereka harus normalkan itu jalan, nda bisa seperti itu, kasian pengendara kalau melintas disitu harus berhadapan dengan jalan licin dan berlumpur, apalagi kalau tidak hujan itu jadi debu,” jelas Cak Imin sapaan akrab Muslimin Salim.

Ia selaku pemerintah desa wajib setiap aspirasi yang disampaikan oleh warga menjadi tanggung jawab untuk dicarikan solusinya,” imbuhnya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa aktivitas pengambilan material batu kapur didesanya bukan kali pertama dilakukan. Bahkan sebelum dirinya menjadi Kades penambangan batu kapur di desa marobea sudah menjadi langganan proyek yang beroperasi di mubar.

Baca:  Jokowi Unggul Hasil Quick Count, Pengurus Pro-Jokowi Jombang Rayakan Kemenangan Dengan Cukur Gundul

Disisi lain ia selaku kades sangat senang jika ada kontraktor mengambil material di desa marobea, karena potensi yang ada didesa itu bisa dimanfaatkan tetapi harus dengan catatan sesuai mekanisme dan prosedural misalnya pihak kontraktor harus memikirkan kenyamanan warga dan pengendara yang melintasi jalan tersebut,”ucapnya.

Untuk diketahui material timbunan kelas c yang dilakukan oleh PT Mitra Pembangunan Sultra adalah untuk kegiatan proyek pengaspalan Jalan poros Lagadi – Tondasi tahun 2020 tepatnya di desa lakalamba kecamatan sawerigadi.(Sanjaya)