Musdes Optimalisasi Penyaluran CSR Desa Wringinanom

reporter : Irwan

kepala desa wringinanom saat memimpin musdes( foto: Irwan_kanalindonesia.com)

GRESIK, KANALINDONESIA.COM: Kurang transparansinya bentuk kepedulian sosial perusahaan kepada masyarakat sekitar area pabrik jadi sorotan Pemerintah Desa Wringinanom di era Kepala Desa Yoko.

Bentuk penyaluran sosial yang selama ini terkesan seperti upeti, kini akan di implementasikan sesuai regulasi Corporate Sociale Responsibility (CSR) yang berlaku.

Pembahasan ini, terealisasi dalam wadah Musyawarah Desa (Musdes) yang di gelar di pendopo Desa Wringiananom Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik Jawa Timur.Rabu (11/03/2020) pukul 20.00 Wib.

Banyak hal yang jadi topik pembicaraan terkait tanggungjawab kuwajiban sosial yang harus diberikan oleh perusahaan pada masyarakat sekitar.

Antara lain,kurangnya kontrol dari pemangku wilayah setempat ,kurangnya sosialisasi program CSR pada masyarakat,sehingga masyarakat terkesan tidak tahu menahu,kalau pun ada bentuk penyaluranya kurang transparan.

Baca:  Kapolres Gresik Berikan Surprise Pada Anggota yang Berulang Tahun

Sedangakan,besar kontribusi yang di dapat ketika kedua belah pihak bisa sama-sama menjalankan dengan baik alias balance.

Bukti riil di lapangan yang sudah terealisasi antara lain : membangun hubungan harmonis antara pabrik dan masyarakat,keberlanjutan kelancaran operasional,terciptanya suasana aman dan kondusif,menambah citra perusahaan.

Termasuk membangun hubungnan harmonis antara perusahaan dan masyarakat,terciptanya suasana aman dan kondusif,membangun citra perusahaan.

Melihat paradigma yang ada,Kepala Desa Wringinanom H.Yoko mempunyai perspektif kalau hal ini di sinkronkan,antara perusahaan dan masyarakat sekitar penerima Tanggung Jawab Sosial Perusahaan.

“Karena CRS ini manfaatnya besar sekali,bagi warga yang sekitar pabrik yang menerima dampak dari sisa hasil produksi,memang CSR selama ini belum pernah di sentuh,maka dari itu, semua tokoh,ormas,BPD,LPMD,dan yang terkait kita ajak berunding untuk mencari solusi demi terwujudnya cita-cita bersama,”kata dia.

Baca:  Peringati HSN Pimpinan Cabang LDII Wringinanom Gelar "FEGETA"

Ia menegaskan kepada hadirin,kira-kira untuk pembahasan penyaluran program CSR yang tertuang dalam Musdes ini setuju apa tidaK?

“Kira-kira panjengan setuju nopo mboten,(jawa) kira-kira hadirin setuju apa tidak.?. Dengan pembahasan CSR ini,”tanyanya pada peserta Musdes.

Dengan serentak,hadirin peserta rapat menjawab,”setuju.

Sesuai dengan fungsi CSR (Corporate Social Responsibility) secara harifiah adalah respon sosial atau tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar yang dilakukan oleh sebuah perusahaan dalam bentuk berbagai kegiatan.sesuai dengan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Pasal 74  Ayat (1) Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan tanggungjawab sosial dan lingkungan.

Tak hanya membahas CSR,Yoko juga menyinggung sampah pabrik atau barang afkir yang di hasilkan dari sisa hasil produksi untuk berkontribusi pada Desa Wringinanom yaitu dengan cara bekerja sama mengelola bersama BUMdes Setempat.

Baca:  Kunjungan Kerja ke Jawa Timur, Presiden Jokowi Akan Bagikan 3.000 Sertifikat Tanah di Gresik