Meresahkan Warga Tulungagung, Dua Jambret  Didor

pelaku saat diamankan di Mapolres Tulungagung

TULUNGAGUNG, KANALINDONESIA.COM: Polisi menghadiahi timah panas kepada End(36) warga Desa kunir, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar dan ZB (37) warga Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, tulungagung, dua orang pelaku jambret yang kerap beraksi di wilayah hukum Polres Tulungagung  lantaran berusaha kabur saat hendak dilakukan penangkapan.

End ditangkap di area Pasar Ngemplak masuk Kelurahan Botoran, Kecamatan Tulungagung pada Rabu (11/3/2020) sore. Sedangkan ZB, ditangkap di rumah istri mudanya di Bojonegoro.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia mengungkapkan, modus operandi dari kedua pelaku ini hampir sama. Yakni, dengan memilih sasaran korbannya perempuan atau anak-anak.

Untuk tersangka atas nama End, ia mengaku beraksi sebanyak tiga kali. Pertama di depan Pasar Wage masuk Kelurahan Kenayan, Kecamatan Tulungagung dengan korban Elen Rosaria (23) warga Tertek. Kedua, Erwin Sangadah (36) yang juga warga Tertek dengan kejadian di Jalan dr Sutomo masuk Kelurahan Tertek.

Baca:  Kirab Dewi Sri Berharap Mendapat Keberkahan

“Modusnya, tersangka membuntuti dari belakang. Setelah situasi aman ia menjambret tas/barang berharga milik korban,” katanya.

Ketiga, Badar Hanafi (50) warga Desa/Kecamatan Ngunut dengan barang yang dicuri berupa sebuah tabung gasl elpiji 3 kg yang diambilnya melalui pintu samping rumah korban yang tidak dikunci.

“Dalam menjalankan aksinya tersangka seorang diri, dengan sarana yang digunakan sepeda motor Honda Beat AG 5883 RAN,” jelasnya.

Sedangkan untuk tersangka ZB, mengaku beraksi dua kali. Dimana korban pertama yakni Mainem Nor Azizah (77) warga Desa Tanjungsari Kecamatan Boyolangu dengan TKP di jalan umum masuk Desa Serut.

“Tersangka mengambil hp korban merk OPPO A3S yang diletakkan di saku baju sebelah kiri,” terangnua.

Baca:  Inilah Catatan Akhir Tahun Ketua Komisi I DPR di Tahun 2017

Korban kedua yakni Martini (67) warga Desa Pulosari Kecamatan Ngunut dengan TKP di Jalan MT Haryono masuk Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung. Saat itu dompet korban yang berisi surat-surat berharga termasuk uang tunai Rp 550 ribu dirampas tersangka.

“Karena kedua tersangka mencoba melarikan diri saat ditangkap, terpaksa petugas melakukan tindakan yang terukur,” ungkapnya.

Pandia menambahkan, atas kejadian ini pihaknya menghimbau agar masyarakat lebih waspada saat berada di tempat umum. Selain itu, janganlah menunjukkan barang-barang berharga yang berlebihan sehingga menarik perhatian pelaku kejahatan.

Atas perbuatannya, Endro bakal dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 365 ayat (1) sub pasal 362 jo pasal 65 KUHP, pasal 363 KUHP, dan pasal 363 ayat (1) ke 5e KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun.

Baca:  Profesinya Dinilai Negatif, Pemandu Lagu Tempat Karauke Mengaku Meris

“Sedangkan ZB, bakal dijerat dengan pasal 362 KUHP dan pasal 365 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun,” tukasnya.