Komisi III DPRD Temukan Kejanggalan Pekerjaan PT Utama Kontruksi

Reporter: Suneth

Proyek batu pecah milik PT Utama Kontruksi (foto: Suneth_kanalindonesia.com)

SERAM BAGIAN BARAT, KANALINDONESIA.COM: Komisi III DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat saat melakukan on spot di wilayah Kecamatan Taniwel, untuk memastikan bahan baku berupa batu pecah yang berada di Desa Hulung, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat yang dikerjakan oleh PT Utama kontruksi.

Dari hasil kunjungan komisi III DPRD SBB ditemukan kejanggalan yang dilakukan PT Utama Kontruksi perusahaan Mutu Utama Kontruksi dibawah PT Moderen dengan melakukan pemuatan bahan baku batu pecah keluar dari Kabupaten Seram Bagian Barat.

“Sudah dua kali dilakukan pemuatan bahan baku batu pecah keluar daerah Kabupaten Seram Bagian Barat, yang disampaikan pekerja saat ditanyakan bahwa pemuatan bahan baku itu dibawa ke daerah Halmahera,” ungkap Ketua Komisi III DPRD SBB Abu Silawane kepada KANALINDONESIA.COM.

Baca:  Ngopi Bareng, Kapolres SBB Ajak Insan Pers dan Pemilik Bengkel Bincang Kamtibmas

Dikatakan Silawane, kehadiran komisi III DPRD SBB untuk bertemu langsung dengan koordinator atau pengawas yang dipercayakan pihak PT  tersebut untuk memastikan soal izin kerja perusahan tersebut.

“Namun tidak kita temui dan hanya penjaga bascamp PT itu, dan pengakuannya itu bahan baku itu dijual ke luar daerah SBB,”ucapnya.

Lebih lanjut dikatakanya,” selain itu, soal kontribusi pihak perusahan juga bayarkan kontribusi untuk tiga desa serta Pemda SBB, hanya saja pengakuan penjaga bascamp tidak tahu soal kontribusi berapa besar yang diberikan pihak perusahaan untuk tiga desa dan pemda SBB tersebut,”jelas Silawane.

Dengan kejanggalan yang ditemui di lapangan, komisi III DPRD SBB akan melakukan penggilan terhadap mitra kerja Pemda SBB. Hal itu untuk menyikapi masalah yang ditemui pihak komisi pada kemarin Rabu (11/3/2020) saat lakukan on spot kelokasi perusahaan tersebut.

Baca:  Kasus Penggelapan dan Penipuan Pasar Turi Akhirnya Disidangkan

” Kita sudah layangkan surat panggilan untuk pihak pendapatan Kabupaten SBB, perusahan, tiga penjabat desa, pihak camat Taniwel. Besok akan kita agendakan untuk membahas hal yang dimaksud lewat RDP bersama komisi III DPRD SBB,”jelas Silwane. @Suneth