Pertamina – PBNU Kerjasama Teguhkan Islam Nusantara untuk Pemerataan Ekonomi

ISTIMEWA

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA : PT Pertamina (Persero) dan Nahdlatul Ulama (NU) pada Rabu (4/1/2017) ini menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang akan menjadi landasan kedua belah pihak untuk melaksanakan kerjasama pengembangan ekonomi umat. Pengembangan ekonomi umat itu terkait dengan pemanfaatan energi dan pengabdian masyarakat.

Penandatanganan MoU itu dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto dan Ketua Umum Pengurus Besar (PBNU) KH. Said Aqil Siroj di Kantor PBNU Jl. Kramat Raya Jakarta. Said Aqil didampingi Sekjen PBNU A. Hilmy Faisal Zaini dan pengurus PBNU yang lain. MoU itu bertema, “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Pemerataan Ekonomi Warga”.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan dengan basis dukungan masyarakat yang mencapai lebih dari 40 juta jiwa berbagai lapisan kalangan, menjadikan NU sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan yang cukup berpengaruh di Indonesia, baik dalam konteks sosial maupun ekonomi. Dengan posisi tersebut, Pertamina sebagai BUMN energi Indonesia tergerak untuk bekerjasama dalam melakukan optimalisasi pengembangan, pemanfaatan, dan konservasi energi.

“Dengan nota kesepahaman ini diharapkan melahirkan sinergi dan kerjasama antara Pertamina dan NU dalam upaya pengembangan ekonomi umat dengan fokus utama pada sektor energi dan pengabdian masyarakat,” ujar Wianda.

Menurut Wianda, lingkup potensi kerjasama untuk nota kesepahaman yang berlaku selama lima tahun ini meliputi pengembangan usaha niaga, investasi, dan pembangunan pada sektor migas; pengembangan, investasi dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan serta konservasi energi. Kemudian pengabdian masyarakat yang diorientasikan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, lingkungan dan kemaslahatan umat.

“Sudah sangat benar Pertamina bekerja sama dengan NU. Saat ini jumlah warga NU berdasarkan sebuah lembaga survei, sekitar 91, 4 juta. Dengan demikian, jika warga NU sejahtera, maka sebagian urusan Indonesia akan selesai,” kata Said Aqil Siroj.

Menurut Kiai Said, NU saat ini memiliki sekitar 22 ribu pesantren, tapi sampai saat ini tidak pernah mendapat anggaran resmi dari negara secara berkelanjutan. “Entah apa dosanya NU,” katanya berseloroh.

Berangkat dari semangat Islam Nusantara kita harus mempertahankan gas, minyak, sumber daya alam, budaya, hukum. Mengapa? Kata Said Aqil, “Karena hadits Nabi Muhammad mengatakan, pada suatu saat akan ada pihak yang menguasai air, api (energi), dan kekayaan hutan. Hadits tersebut yang diucapakan 14 abad lalu, saat ini telah menjadi kenyataan,” pungkasnya.(Gardo)