Keterangan Pers RSUD dr. Iskak, Tentang Rujukan Pasien dari RSUD Pacitan

TULUNGAGUNG, KANALINDONESIA.COM: Manajemen RSUD dr. Iskak Tulungagung memastikan pasien rujukan dari RSD Pacitan yang mereka terima pada Jumat (13/3/2020) malam masih berstatus Pasien Dalam Pengawasan Corona, bukam positif Corona atau COVID-19 seperti santer berkembang di media sosial sehari terakhir.

Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Supriyanto Dharmoredjo, mengimbau masyarakat agar tidak panik apalagi terprovokasi isu hoaks yang kerap muncul seiring pasien yang mendapat perlakuan khusus karena memilki gejala klinis batuk-pilek disertai demam yang mirip gejala Corona.

“Yang benar adalah RSUD Pacitan merujuk pasien menderita demam dan batuk pilek. Namun karena pasien baru pulang dari Hong Kong dan transit di Singapura pada 2 Maret 2020, dan kemudian  dibawa ke RSUD Pacitan. Karena pasien baru pulang dari negara yang terpapar oleh virus COVID-19 maka sesuai prosedur pihak RSUD Pacitan dan kita RSUD Dr. Iskak melakukan protokol penanganan seperti pasien yang terkena COVID-19,” terang dr. Supriyanto.

Baca:  Pemkab Lamongan Dorong Masyarakat Bangun Bank Sampah Untuk Bayar BPJS

Hasil observasi yang dilakukan tim medis RSUD Pacitan, disimpulkan pasien mengalami gejala klinis flu. Tapi bukan/belum dinyatakan kasus Corona.

Status pasien lalu ditingkatkan dari sebelumnya berstatus Orang Dalam Pemantauan(ODP) menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sesuai arahan Kemenkes dan SOP yang ada.

“Maka perlakuan standart dari RSUD dr. Iskak Tulungagung setelah menerima rujukan dari RSD Pacitan adalah melakukan pengawasan dan dirawat diruang isolasi.  Sama seperti pasien dari Ngadiluwih dan Rejotangan sebelumnya yang  ternyata hanya sakit batuk pilek biasa,” katanya.

Dokter Pri menegaskan, prinsip kerja yang diberlakukan RSUD dr. Iskak adalah sesuai  standart protokol  penanganan pasien di dunia medis, yakni  lebih baik kita berlebihan dalam menangani pasien/penyakit dari pada kita kecolongan.

Baca:  Polres Trenggalek, Gelar Latihan Prs Latpraops

“Jadi, terhadap semua pasien yang mengalami sakit batuk pilek, demam tinggi dan ada riwayat bepergian dari daerah/ negara yang sudah terpapar virus Corona perlu kita waspadai. Pasien kita rawat seakan-akan memang sudah terinfeksi virus Corona, sampai kemudian terbukti tidak secara laboratoris dan klinis,” tandasnya.

Pihak RSUD dr. Iskak secara resmi menyatakan bahwa sampai hari ini belum/tidak ada pasien yang positif terinfeksi COVID-19 di Tulungagung maupun yang sedang dirawat di RSUD Dr. Iskak Tulungagung.

“Saya minta agar masyarakat tetap tenang, silahkan tetap beraktifitas seperti biasa, jangan terpengaruh oleh isu yang tidak diyakini kebenarannya, jaga kondisi fisik dengan istirahat dan makan minum yang cukup, sesering mungkin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir/ “disiramkan,  atau anti septik dengan teknik 6 langkah cuci tangan, batuk/ bersin dengan etika batuk yang benar serta tidak sembarangan menyentuh wajah dalam keadaan tangan belum dicuci,’ ujarnya.

Baca:  Seks Bebas Dominasi Penyebab Penyebaran HIV/AIDS di Tulungagung

Sebagai tambahan, setiap selesai keluar rumah harap langsung ganti baju dan segera mencucinya dengan sabun/ detergen lain.

Warga juga diimbau untuk tidak mengusap wajah dalam keadaan tangan belum dicuci, bersin dan batuk senantiasa dengan cara yang benar yaitu ditutupi dengan lengan posisi siku ditekuk dan sebagainya

Masyarakat harap lebih bijaksana dalam menyikapi setiap berita yg beredar di medsos agar tidak terjadi kepanikan.