BPS Jateng Sebut Lonjakan Harga Cabai Pemicu Inflasi

ILUSTRASI CABE

KANALINDONESIA.COM, SEMARANG :Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah keluhkan lambatnya penanganan pemerintah terhadap lonjakan harga cabai, pasalnya hal tersebut sangat mempengaruhi inflasi di Jawa Tengah.

BPS bahkan menyatakan lonjakan harga cabai, terutama cbai rawit setan menyebabkan kenaikan inflasi di wilayahnya pada September 2016 kemarin hingga 2.36 persen.

“Kita lihat saja setiap tahunnya, cabai rawit  selalu menyebabkan inflasi. Di akhir tahun, sejak Oktober hingga Desember, inflasi kita malah semakin tinggi,” terang Pelaksana tugas Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jateng Samiran,ketika dihubungi. Rabu (4/1/16).

Melambungnya harga cabai yang ditengarai dipicu terbatasnya pasokan dari daerah penghasil cabai di beberapa daerah, membuat laju Infasi di Jateng tak bisa dikendalikan. Ia pun menyayangkan sikap pemerintah yang cenderung lamban menangani kenaikan komoditas tersebut.

“Kalau pola itu berulang terus, seharusnya bisa diantisipasi. Apalagi sekarang kebutuhannya semakin meningkat,” jelasnya.

Meski begitu, Kepala BPS Jateng, Margo Yuwono, mengklaim laju inflasi di wilayahnya pada tahun lalu masih sebesar 2,36 persen. Persentase tersebut, menurutnya lebih rendah dari kondisi 2015 masih 2,73 persen.

“Inflasi yang ada di wilayah kita juga lebih rendah dibanding Jawa Timur yang menduduki peringkat pertama secara nasional,” ungkapnya.

Untuk inflasi Desember 2016 terpantau turun yakni di level 0,21 persen dengan besaran indeks harga konsumen yang berkutat pada angka 124,71. Kondisi ini masih lebih bagus dari November 2016 sebesar 0,56 persen dengan indeks harga konsumen 124,45.

“Ada beberapa penyebab lain yang membuat inflasi kita turun pada Desember mulai faktor biaya transportasi, komunikasi hingga perumahan, air dan listrik,” imbuhnya. (sigit)