Meski Sakit Terdakwa Kasus Korupsi Ini Tetap Menjalani Persidangan

Terdakwa, wiwit Saat ditandu di depan majelis hakim

KANALINDONESIA.COM, SEMARANG : Karena sakit, seorang terdakwa kasus korupsi terpaksa menjalani sidang dengan tidur diatas tandu di depan majelis hakim, Rabu (04/01/2017).

Terdakwa bernama, Vitria Idawati alias Wiwit, warga Cilacap, Jawa Tengah yang menjalani sidang beragendakan pemeriksaan saksi. Ia didakwa dalam kasus dugaan korupsi dana rehabilitasi Sekolah Dasar (SD) di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Cilacap.

Wiwit datang ke Pengadilan Tipikor Semarang memakai ambulans. Ia berbaring di atas tandu beralaskan matras. Butuh empat orang untuk mengangkat tandu itu dari ambulans ke ruang sidang.

Wiwit tak bereaksi apa pun selama proses tersebut, dia hanya diam memejamkan mata, sambil wajahnya terlihat menahan sakit.

“Terdakwa sakit komplikasi. Ada liver, HNP, dan beberapa penyakit lai,” ujar penasihat hukum Wiwit kepada awak media.

Sebelumnya, wiwit harus menunggu giliran sidang lantaran saat dirinya datang, sedang berlangsung sidang kasus dugaan korupsi Hibah KONI untuk PSSI Kabupaten Pati dan Persipa Pati pada 2012, dengan terdakwa Mudasir, dengan agenda sidang pembacaan pleidoi.

Sambil menunggu, Wiwit tidur di atas tandu. Dia diletakkan di belakang kursi pengunjung. Seorang lelaki terus menungguinya di sebelah tandu tersebut.

Sekitar pukul 13.40 WIB, sidang dengan terdakwa Mudasir diskors sementara.

Majelis hakim mempersilakan Wiwit menjalani persidangan. Dengan susunan hakim yang sama, persidangan Wiwit dipersiapkan.

Lantaran kondisi yang tak memungkinkan, sidang yang beragendakan pemeriksaan saksi itu pun ditangguhkan. Terdakwa Wiwit langsung diangkat ke luar ruang sidang dan dimasukkan ke dalam ambulance, kemudian langsung dibawa ke luar kompleks pengadilan.

Sidang yang hanya berdurasi sekitar lima menit itu selesai. Selanjutnya sidang dengan terdakwa Mudasir dilanjutkan kembali. Adapun jadwal lanjutan sidang kasus Wiwit masih belum ditentukan.

Dia didakwa melakukan korupsi dana rehabilitasi SD yang merugikan negara Rp 1,3 milyar. Wiwit dijerat Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (Sigit)