Tidak Terbukti Secara Sah Sugiyanto Gelar Tasyakuran

Tasyakuran pisah sambut Kepala Desa Sidomukti dan dilanjutkan Deklarasi Klarifikasi kasus PTSL 2017 bebas tidak ada bukti penyalahgunaan kewenangan.

KENDAL – KANALINDONESIA.COM

Kepala Desa Sidomukti Kecamatan Weleri Sugiyanto periode 2013-2019 menggelar Tasyakuran Purna Bakti, Sabtu (14/3/2020) malam di rumahnya. Tasyakuran ini sekaligus untuk pamitan kepada seluruh perangkat dan seluruh masyarakat desa Sidomukti yang telah bersama-sama selama 6 tahun menjalankan pemerintahan Desa Weleri.

Sugiyanto didampingi istri, Siyanti menyampaikan terima kasih kepada seluruh perangkat desa, ketua RT/RW, para tokoh masyarakat, ulama dan seluruh warga Desa Sidomukti yang telah bersama-sama membangun desa selama masa tugasnya.

Kesempatan itu sekaligus untuk menyampaikan klarifikasi terkait kasus dugaan penyalahgunaan pelaksanaan PTSL, sehingga harus berurusan dengan hukum.

Dijelaskan, bahwa pelaksanaan PTSL tahun 2017 sudah dilakukan sesuai prosedur serta sesuai arahan dan bimbingan dari Kantor ATR/BPN Kendal dan Kecamatan Weleri, tidak melakukan kecurangan dan kesalahan maupun kelalaian dalam bentuk apapun.

Baca:  Satgas Karhutla Riau Nyatakan Perang Terhadap Perambah Hutan

Hal ini dibuktikan dengan hasil Putusan Pengadilan Negeri Nomor 79/Pidsus-TPK/2019 Pengadilan Negeri Semarang tanggal 26 Februari 2020. Isi keputusan tersebut menyatakan, bahwa terdakwa Sugiyanto tidak terbukti secara sah dan tidak bersalah atau tidak melakukan tindak pidana seperti dalam dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum.

“Inilah ujian terberat sebagai kepala desa, yang seharusnya tidak perlu terjadi, karena kami tidak melakukan kesalahan itu,” tuturnya.

Dengan putusan murni bebas tidak bersyarat tersebut, Sugiyanto meminta haknya untuk dipulihkan nama baiknya. Ia pun meminta tolong kepada yang hadir agar bisa menyampaikan berita baik ini kepada masyarakat, bahwa dirinya tidak bersalah.

“Kami mohon maaf apabila ada kesalahan, dan kami mengucapkan terima kasih atas doanya dan dukungannya kepada kami, yang pada akhirnya bisa terkabulkan oleh Allah SWT,” ungkapnya.(Eko)

Baca:  Penangkapan Bupati Klaten oleh KPK, Diduga Terima Uang Terkait Mutasi Pejabat