Antisipasi Korona, Pemkab Ponorogo Keluarkan 14 Keputusan

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Pemerintah Kabupaten Ponorogo menggelar rapat koordinasi kesiapsiagaan menghadapai mewabahnya virus korona di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Senin(16/03/2020).

Rapat koordinasi melibatkan semua pihak mulai Kejaksaan Negeri Ponorogo, Polres Ponorogo, Kodim 0802/Ponorogo, Depag, Imigrasi, semua kepala OPD dan seluruh camat se Ponorogo.

Dalam rapat tersebut bahwa bupati mengeluarkan 14 keputusan.

Bupati Ponorogo Ipong Muclissoni menyampaiakn 14 keputusan tersebut yaitu

1. Semua sekolah mulai Selasa 17 Maret diliburkan sampai 14 hari kedepan.

2. Satgas memasang sebanyak mungkin fasilitas cuci tangan di tempat pelayanan publik

3. Fasilitas umum seperti masjid, sekolah, diminta kepala desa menginstruksikan kerja bakti karpet digulung dicuci dengan air sabun

Baca:  Pasca Ditutup, Jalan Nasional Trenggalek-Ponorogo Kembali Dibuka 

4. Seluruh ASN tetap bekerja di kantor masing-masing dan menjadi agen sosialisasi hidup bersih

5. Seluruh Sekolah di Ponorogo studytour dan ASN, kejaksaan, anggota dewan, dilarang kunker ke luar kota.

6. Semua pihak dipimpin kepala desa, harus melakukan monitoring keluar masuknya orang dan melaporkan hasil kepada Puskesmas/ Satgas

7. Kegiatan yang bersifat masal sebisa mungkin dihindari.

8. Mulai besuk seluruh camat, kepala desa, penyuluh agama membaca doa khunut nazilah didalam pelaksanaan sholat subuh berjamaah

9. Acara penyambutan kedatangan dari luar negeri untuk dikurangi.

10. Kepada RSUD dr. Hardjono untuk menyiapkan 10 kamar isolasi, rumah sakit swasta 5 kamar isolasi dan Puskesmas 1 kamar isolasi.

Baca:  Kapolres Bangkalan Teken MoU  Antara Polres Bangkalan Dengan UTM 

11.Dinkes diminta menambah cadangan obat imunitas, cadangan handsanitazer dan menambah stock masker,.

12. Diupayakan hari ini juga Satgas mengundang seluruh pimpinan pondok pesantren untuk mendiskusikan sistem lockdown

13. Satgas membuat pamflet dan diperbanyak dan disebarkan sebagai alat sosialisasi.

14. Pasien corona, pasien ODP seluruhya ditanggung oleh negara.

“ Kita harus bahu-membahu bekerja sama untuk mengantisipasi virus korona agar tidak masuk ke Ponorogo,“jelas Bupti Ponorogo Ipong Muclissoni.