Antisipasi Wabah Penularan Covid-19, Pengunjung dan Terdakwa Hingga Hakim PN Surabaya Wajib Cek Suhu Tubuh

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Salah satu bentuk tingkat kewaspadaan penularan virus corona atau Covid-19 telah dilakukan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Dengan menggunakan alat termometer Infraret, petugas keamanan mengecek suhu badan setiap pengunjung di pintu masuk.

Menurut Sigit Sutriono selaku Humas PN Surabaya, pengecekan suhu tubuh tidak hanya berlaku untuk pengunjung. Melainkan Hakim, terdakwa, pengacara, Jaksa hingga seluruh pegawai PN Surabaya tak luput dicek suhu tubuhnya.

“Semua pengunjung, terdakqa sampai hakim juha diperiksa suhu badannya. Ya untuk antisipasi supaya masyarakat merasa aman dan nyaman kalau di pengadilan saat berinteraksi di dalam persidangan. Ini perintah dari Mahkamah Agung (MA),” terang Sigit saat dikonfirmasi wartawan di PN Surabaya, Selasa (17/3/2020).

Baca:  DP3AKB Ngawi Gelar Bimtek PUG Terkait Kesetaraan Gender

Karena masih kata Sigit, penularan virus corona ini sangat mudah. Seperti bersalaman tangan secara langsung. Namun Ia bisa pastikan, jika terdapat pengunjung yang suhu badannya lebih dari 38 derajat, akan dilarang masuk.

“Kalau suhu badannya (terdeteksi) 38 derajat ya gak boleh masuk. Itu kan salah satu tanda-tanda atau gejala awal virus. Kami juga melarang terdakwa dan majelis hakim untuk bersalaman usai persidangan,” sambungnya.

Ketika ditanya soal ada penundaan sidang terkait adanya pandemi Covid-19 ini, Sigit masih belum bisa bisa memberi keterangan lebih detail. Karena sampai saat ini pihaknya sedang menunggu pernyataan dari MA.

“Ini kita nunggu perintah dari pimpinan (Mahkamah Agung). Kalau toh memang nggak ada (sidang) kita ya harus nurut. Kayak dinas-dinas yang lain yang meliburkan sekolah, atau bekerja di rumah juga,” katanya. Ady

Baca:  Baru Pulang Dari Amerika, Rabu Besok Boy William Tunda Diperiksa Polda Jatim Soal Kasus Carding