Sumenep Pastikan Belum Ada Penderita Corona

SUMENEP, KANALINDONESIA : RSUD Dr. H. Moh. Anwar, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur menggelar Konferensi Pers diruang isolasi RSUD Sumenep Selasa, (17/03/30) Siang.

Menyikapi kabar yang sempat beredar dan sempat membuat masyarakat panik, dimana Sempat dikabarkan bahwa terdapat warga Desa Legung, Kecamatan Batang- Batang, Kabupaten Sumenep terinfeksi Virus Corona di Sumenep.

Kegiatan tersebut sengaja diselenggarakan untuk mengantisipasi keresahan dan kekawatiran dengan adanya kabar yang menyebar dikalangan masyarakat sumenep.
Dalam konferensi pers tersebut dihadiri oleh Bupati sumenep, Dinas Kesehatan, Kejaksaan Negeri, Dandim dan Andre Wahyudi sebagai Tim penanganan Covid Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumenep.

Dalam kabar tersebut, sangat tidak dibenarkan bahkan dibantah oleh pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan OPD di kabupaten Sumenep sendiri.

Baca:  Pilkada Ponorogo, Sugiri Sancoko Sungkem Ibu Sebelum Berangkat Daftar ke KPU

KH. Abuya Busyro Karim M.si, Bupati Sumenep mengatakan masyarakat Sumenep tidak perlu merasa resah dengan kabar yang sempat beredar tesebur karena dikabupaten sumenep tidak ada yang terjangkit Virus Corona. Bahkan pihaknya sudah membentuk tim khusus pengawasan disetiap Puskesmas.

“Kami tidak bisa melakukan pelarangan kepada warga untuk berkumpul dengan kelompok orang, karna jika itu dilakukan maka akan mendekati pada dampak negatif,” katanya saat Konfrensi pers.

Sementata dr. Andre Wahyudi, Tim Penanganan Covid RSUD Kabupaten Sumenep menegaskan bahwa pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tidak panik dan selalu waspada serta selalu menjaga kebersihan lingkugan .

“Memang waktu itu ada dua pasien yang dirawat inap , namun mereka dirawat karena penyakit lain semantara satu pasien lainnya mengalami infeksi saat pulang umroh bukan terjangkit Virus Corona,” tegasnya.

Baca:  Pembangunan Pasar Gringging Kediri Masuki Tahap Finishing

Sampai saat ini kedua pasien masuk daftar orang dalam pemantauan (ODP) selama 14 hari oleh dinas Kesehatan dengan dibuktikan kartu pemantauan. (Ziyad)