Warga Desa Kembangan, Lamongan Antusias Ikuti Sensus Penduduk 2020 Secara Online

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Di antara ramainya kabar tentang merebaknya Covid-19 atau lebih terkenal dengan sebutan virus Corona yang memaksa pemerintah mengeluarkan himbauan untuk masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang melibatkan perkumpulan masa, mengakibatkan beberapa kegiatan di beberapa tempat banyak yang ditunda atau digagalkan

Namun tidak demikian dengan warga Desa Kembangan, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan tersebut sepertinya tidak memperdulikan itu semua. Mereka berbondong-bondong dan berkumpul di balai desa setempat guna melaksanakan kegiatan Sensus Penduduk 2020 secara online, Rabu (18/03/2020).

“Pada awalnya sosialisasi kami berikan melalui pertemuan-pertemuan warga, diantaranya pertemuan RT, RW atau lembaga desa yang lain. Bahkan komunitas warung kopi pun pernah kami datangi,” terang Mashuda, Kepala Desa Kembangan.

Sensus Penduduk 2020 merupakan penyelenggaraan kegiatan pendataan lengkap seluruh penduduk Indonesia yang ketujuh sejak tahun 1961. Kegiatan bertujuan untuk menyediakan data jumlah, komposisi, persebaran, dan karakteristik penduduk Indonesia, sebagai dasar dalam menetapkan perencanaan dan kebijakan pemerintah.

Baca:  Sambut Ramadhan 1440 H, Baznas Kembali Gagas Layanan Zakat di Istana Negara

“Pada dasarnya masyarakat banyak yang beropini bahwa setiap data yang diminta oleh pemerintah pasti akan berhubungan dengan bantuan. Disinilah peran pemerintah terutama pemerintah desa memberikan sosialisasi kepada warganya,” papar Mashuda.

Respon masyarakat Desa Kembangan cukup tinggi, di satu sisi membantu warga yang kurang memahami, di sisi lain mempermudah prosesnya maka mereka meminta kepada pemerintah desa untuk memfasilitasi proses pengisiannya. Sehingga Pemerintah Desa menyiapkan tempat, petugas dan waktu yang tepat untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Sebanyak 26 petugas yang berasal dari unsur perangkat desa dibantu anggota karang taruna disiapkan melayani warga yang sejak pukul 08.00 WIB sudah mulai berkumpul di Balai Desa setempat.

Baca:  Rusak dan Kini Diperbaiki, Jembatan Ploso Ditutup Hingga Desember

“Sekitar 200 warga yang tadi datang untuk minta bantuan mengisikan SP 2020 secara online ini. Mereka membawa Kartu Keluarga dan buku nikah saja,” kata Mashuda.

Berbeda dengan sensus penduduk sebelumnya, kali ini Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan inovasi dan pembaruan metode yakni menggunakan metode kombinasi dengan memanfaatkan data administrasi kependudukan (adminduk) dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, sebagai data dasar untuk pendataan penduduk secara lengkap dan memanfaatkan berbagai jenis pengumpulan data yang menggunakan gadget. Inovasi tersebut dilakukan untuk menghadapi tantangan dinamika kependudukan yang terjadi selama 10 tahun terakhir.

Sensus penduduk 2020 dilaksanakan dalam dua periode, meliputi periode sensus penduduk online dan verifikasi. Untuk sensus penduduk online penduduk mengisikan data kependudukannya secara mandiri melalui halaman website sensus.bps.go.id yang dimulai pada 15 Februari hingga 31 Maret 2020. Adapun periode kedua berupa kegiatan verifikasi dan pencacahan lapangan dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 31 Juli 2020.

Baca:  Panglima TNI Pimpin Upacara Laporan Korps Kenaikan Pangkat Letjen TNI Teddy Lhaksmana

Sementara itu, Yatno salah satu warga mengatakan kegiatan ini sangat membantu bagi dirinya dan beberapa warga lain yang tidak memiliki HP android atau kurang memahami internet sehingga bisa ikut berpartisipasi dalam sensus penduduk 2020 secara online.

“Setiap hari ke sawah mas tidak mengerti internetan. Alhamdulillah dengan adanya bantuan dari pemerintah desa mengadakan kegiatan ini, saya dan yang lain bisa terbantukan.(omdik/fer)