Ada Praktek Penjualan Bayi, Berikut Penjelasan Kapolres Tulungagung

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia

TULUNGAGUNG, KANALINDONESIA.COM: Warga Tulungagung dihebohkan dengan adanya dugaan kasus penjualan bayi yang dilakukan oleh seorang bidan di Kecamatan Besuki, Tulungagung. Kasus tersebut berhasil terendus oleh Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) beberapa waktu yang lalu.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, saat anggota Polda Jatim melakukan penggrebekan, pihaknya juga melakukan pendampingan.

“Iya ada anggota kami yang mem-back up saat penangkapan,” katanya.

Pandia melanjutkan, namun demikian pihaknya kurang begitu jelas kronologi kasus tersebut. Sebab, kasus ini sepenuhnya ditangani Polda Jatim.

“Yang jelas kasus ini terkait dugaan penjualan bayi,” imbuhnya.

Menurutnya lanjut Pandia, jika ada seorang pasien yang melahirkan namun pihak keluarga tidak mampu, maka disarankan untuk menjual anaknya.

Baca:  Pekerjakan Anak Dibawah Umur, Manager Kafe Asal Bandung Diamankan Polres Ponorogo

“Informasinya sudah ada enam korbannya,” tukasnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung Bambang Triono mengatakan bahwa bidan berinisial K yang dimaksud sempat lama tidak masuk kantor. Namun ia mengaku tidak tahu secara pasti apa penyebabnya.

“Kami juga belum mendapat laporan resmi dari kepala Puskemas,” terangnya.

Dari laporan secara lisan lanjut Bambang, Bidan K ini tidak masuk kerja lantaran menjalani kemo terapi di Surabaya. Namun saat ini, ia sudah mulai masuk bekerja.

Sementara itu berdasarkan informasi yang dihimpun pewarta, bidan K ini ditangkap anggota Polda Jatim sekitar dua minggu yang lalu. Bidan K ditangkap di tempat kerjanya atas dugaan jual beli bayi yang dilahirkan pasiennya.

Baca:  Operasi Cipta Kondisi, Polisi Amankan 20 Perempuan Penjaga Warung Kopi Remang-Remang

Bahkan, warga disekitar tempat tinggal K tidak mendengar kasus ini. Apalagi selama ini, tempat praktik bidan K sepi karena kalah bersaing dengan tempat praktik bidan lain.