Tiga Hari, Polres Tulungagung Ringkus 5 Pengedar Narkoba

TULUNGAGUNG, KANALINDONESIA.COM: Selama tiga hari setidaknya ada lima orang diduga pengedar narkoba berhasil dibekuk anggota Satreskoba Polres Tulungagung.

Kelima orang yang telah ditetapkan tersangka tersebut yakni, MA (19) warga Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat ; SM (36) warga Kelurahan Panggungrejo, Kecamatan Tulungagung ; RF (22) warga Desa Kaliboto, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar ; AY alias Yesi warga Kelurahan Pondokagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang ; dan IF alias Tejo (33) warga Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tulungagung.

“Kelima tersangka kini sudah diamankan di Mapolres,” tegas Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas Ipda Anwari, Kamis (19/03/2020).

Anwari menjelaskan, kelima tersangka ini merupakan dari empat jaringan yang berbeda. Dimana MA ditangkap terlebih dahulu pada Minggu (15/03/2020) sekitar pukul 22.00 WIB di daerah Kelurahan Kepatihan dengan barang bukti 0,26 gram sabu.

Baca:  Pergeseran Jembatan di Geneng-Paron Dimajukan, Tak Ada Keterlambatan Kereta

“Selanjutnya, pada Senin (16/03/2020) pukul 20.00 WIB giliran SM berhasil diciduk petugas saat bertransaksi pil dobel L,” katanya.

Beberapa jam setelahnya lanjut Anwari, di pinggir jalan masuk Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru petugas kembali menciduk RF dengan barang bukti 0,24 gram sabunya. Kemudian pada Selasa pagi di pinggir jalan umum masuk Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru seorang perempuan bernama AY alias Yesi (29) diciduk petugas berikut 0,29 gram sabu.

“Dari penangkapan Yesi ini petugas berhasil melakukan pengembangan dengan menangkap IF alias Tejo dengan 0,43 gram sabu,” imbuhnya.

Kepada petugas, salah satu tersangka yakni SM mengaku nekat menjadi pengedar pil dobel L untuk usaha sampingannya. Pasalnya, penghasilan dari buruh serabutan yang digelutinya tidak mencukupi kebutuhannya.

Baca:  Siswi Salah Satu MTs Pasean, Diduga Diperkosa 3 Remaja Hidung Belang

“SM ini adalah residivis sejak tahun 2010 silam. Pengakuanya, ia mulai aktif lagi sejak setahun yang lalu,” katanya.

SM juga mengaku jika barang haram tersebut dibeli seharga Rp900 ribu tiap 1000 butir dari seseorang yang berinisial W. Selanjutnya, pil dijual lagi seharga Rp200 ribu setiap 100 butir. Adapun cara transaksinya dengan bertemu dengan konsumennya secara langsung.

“Omzetnya lumayan, dalam seminggu ia bisa menjual hingga 1000 butir,” tambahnya.

Anwari menambahkan, kini kelima tersangka masih menjalani pemeriksaan secara intensif. Selain itu, petugas juga berupaya mengembangkan kasus tersebut guna meminimalisir peredaran narkoba di Kota Marmer.

Atas perbuatannya, bagi tersangka yang diduga mengedarkan pil dobel l akan dijerat dengan pasal 197 sub pasal 196 Jo pasal 98 ayat (2) UURI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Baca:  Polisi Tulungagung Amankan Pemilik Warkop yang Sediakan Kamar Esek-Esek

Sedangkan bagi pengedar sabu dijerat dengan pasal 114 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) UURI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman hukuman maksimalnya 15 tahun penjara,” pungkasnya.