Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Tulungagung Berlakukan Jam Kerja Dua Shift Bagi ASN

TULUNGAGUNG, KANALINDONESIA.COM: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung akhirnya memberlakukan jam kerja shift pagi dan siang bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini sengaja dilakukan untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

“Surat edarannya baru keluar hari ini, insyaalah akan mulai diberlakukan besok,” kata Kepala Bagian Humas dan Komunikasi Pimpinan, Galih Nusantoro kepada afederasi.com Kamis (19/03/2020) siang.

Galih mengatakan, penyesuain system kerja bagi ASN di lingkup Pemkab Tulungagung ini dalam rangka mencegah penyebaran virus corona. Sekaligus menindaklanjuti surat edaran dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB)

“Intinya untuk social distance, apalagi saat ini jumlah pasien terinfeksi di tingkat nasional terus bertambah,” katanya.

Baca:  Ratusan Mahasiswa Asing di IAIN Kota Marmer Nihil "Corona"

Selain itu lanjut Galih, pusat keramaian hingga anak sekolah sudah dirumahkan. Jika orang tuanya yang berstatus ASN tetap bekerja, dirasa hal ini kurang efektif. Mengingat, orang tua masih melakukan kontak fisik secara bebas.

“Nanti saat pulang kerumah kan bertemu dengan anak-anaknya, ini yang berbahaya,” imbuhnya.

Galih melanjutkan, pembagian sistem shift ini hanya berlaku untuk unsur staf dan pengawas saja. Sedangkan pejabat setingkat Kepala Bidang (Kabid), Kepala Bagian (Kabag), dan Kepala OPD tetap masuk seperti biasa.

Adapun pembagian shiftnya yakni, shift pertama mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.30 WIB. Sedangkan shift kedua mulai pukul 12.00 WIB hingga pukul 15.30 WIB.

Baca:  Perampok Bersenjata Api, Kuras Toko Emas di Tulungagung

“Itu untuk jadwa hari Senin sampai dengan Kamis,” imbuhnya.

Untuk hari Jumat lanjut Galih, shift pertama masuk pukul 07.00 WIB hingga pukul 10.30 WIB. Sedangkan shift kedua masuk pukul 11.00 WIB hingga pukul 14.30 WIB.

“Shift ini juga berlaku untuk pelayanan publik, untuk pengaturan jadwalnya diserahkan kepada masing-masing kepala OPD,” ujarnya.

Galih menambahkan, selain pemberitahuan tentang pembagian shift kerja, surat edaran ini juga menghimbau agar ASN menunda perjalanan dinas baik dalam daerah, dalam provinsi, maupun luar provinsi. Terkecuali urusan yang sangat penting dan mendesak.

Kemudian, bagi ASN yang baru pulang dari perjalanan luar negeri yang memiliki resiko terinfeksi corona diharap untuk melakukan medical check up di rumah sakit yang telah mendapat rujukan.
“SE ini mulai diberlakukan besok Jumat (20/03/2020) hingga Minggu (29/3/2020),” pungkasnya. (ra/an)

Baca:  Delapan TSK Hasil Ungkap Kasus Tumpas Narkoba digelandang Polres Pamekasan