Berbahan Dasar Lidah Buaya, SMA Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo Ciptakan Handsanitezer

Reporter: Irwan

pembuatan Handsanitizer berbahan dasar lidah buaya di SMA Muhammadiyah 1 Taman, Sidoarjo (foto: Irwan_kanalindonesia.com)

SIDOARJO, KANALINDONESIA.COM: Sejumlah siswa-siswi SMA Muhammadiyah Taman, Sidoarjo mampu menciptakan handsanitizer berbahan dasar lidah buaya.

Di Jalan Ketegan, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur sekolompok siswa siswi Sekolah Menengah Atas ini berhasil mengutak-atik tanaman aloevera (lidah buaya) menjadi cairan anti virus corona.

Dengan proses, tanaman aloevera yang dihaluskan diblender dan dicampur dengan es batu serta alkohol 96%, setelah halus disaring dan dimasukan dalam botol kemasan 100 ml, berhubung dengan adanya keterbatasn bahan pokok maka produksifitanya tidak bisa maksimal.

Sistem pendistribusianya, cairan tersebut akan dishodaqohkan terutama pada masjid-masjid yang berada di kawasan Sidoarjo.

Ditemuai reporter kanalindonesia.com di lokasi, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 1 Zaenal Arif mengatakan,”riset ini sudah dilakukan oleh anak didik kami sekitar 4 bulan yang lalu, saat itu, corona masih di negara asalnya, dengan ketelatenan dan ketekunan anak-anak, alhamdulillah bisa terwujud dan sudah melalui uji laboratorium, bahwa cairan ini mampu menetralisir virus tersebut,”ujarnya.

Baca:  Kerajinan Kubah Masjid

Lebih lanjut dikatakan Zaenal Arifin,”untuk periode perdana, kita masih kesulitan mencari bahan dasarnya yakni lidah buaya, kedepan, kita optimis bisa memproduksi lebih banyak lagi, apalagi ini untuk hal kemanusiaan, ada sekitar 230 masjid di Kabupaten Sidoarjo yang akan kita berikan cairan ini dengan cuma-cuma alias gratis,”tambahnya.

Pendistribusian tersebut dilewatkan Badan Lazizmu Sidoarjo. Anang Muntolib ketua Badan Lazizmu Sidoarjo mengatakan,”setelah proses pembuatan cairan yang pertama ini selesai selanjutnya akan akan diserahkan pada kami, dan kita teruskan pada masjid-masjid di Sidoarjo ini,”tuturnya.

Ia menambahkan,”insaAlloh bulan depan kita akan pesan 500 botol lagi dan akan kita donasikan, kepada masyarakat yang membutuhkan,”pungkasnya.

Diiketahui ditengah ramainya perbincangan masyarakat luas untuk mendapatkan cairan pencuci tangan (handsanitezer) agar terhindar dari corona virus. Bukan langka, melainkan dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk kepentingan diri sendiri, salah satunya mendapatkan margin setinggi-tingginya dari hasil penjualan cairan pencuci tangan tersebut.Kamis.

Baca:  Permudah Layanan, Puskesmas Tarik Launchng Aplikasi Papperles

Banyak upaya antisipasi terhindar dari Covid-19, selain menjaga jarak saat berinteraksi 1 meter dari teman kita, menghindari kontak fisik langsung, menjauh dari tempat keramaian, berdiam diri di rumah, pakai masker saat keluar ruangan serta salah satunya selalu mejaga kebersihan, langkah awal dengan cara selalu mencuci tangan. (Irwan)