Update Kasus Covid-19 Tulungagung, 97 ODP dan 18 PDP

Juru bicara (jubir) Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Bambang Triono ketika dikonfirmasi

TULUNGAGUNG, KANALINDONESIA.COM: Update kasus wabah Covid-19 Tulugagung mencapai 97 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 18 Pasien dalam Pengawasan (PDP) per tanggal 23 Maret 2020.

Jumlah tersebut disampaikan juru bicara (jubir) Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Bambang Triono.

“Data yang kami terima hingga pukul 14.00 WIB, itu jumlah ODP sebanyak 97 orang, sedangkan PDP sebanyak 18 orang,” ungkap Bambang ketika dikonfirmasi  awak media, Senin (23/03/2020).

Bambang memaparkan dari 97 jumlah ODP tersebut dua orang kini menjalani rawat inap di Puskesmas Ngantru dengan kondisi yang stabil, sedangkan di Puskesmas Bangunjaya nihil. Menurut hasil pemeriksaan dokter terhadap kedua orang tersebut, statusnya masih ODP. Kendati keduanya menjalani rawat inap di Puskesmas penyangga.

Baca:  Kemendikbud: Pemerintah Akan Mengatur Khusus Penundaan UN

“Untuk peningkatan status dari ODP ke PDP itu yang menentukan tim kedokteran dari Puskesmas maupun RSUD dr Iskak,” jelasnya.

Sedangkan 18 orang berstatus PDP itu, dengan rincian satu pasien meninggal dunia karena memiliki penyakit penyerta, namun hasil pemeriksaan dinyatakan negatif Covid-19. Kemudian 9 orang sudah dipulangkan karena dinyatakan sembuh serta hasil pemeriksaan juga negatif Covid-19.

Selanjutnya untuk sisanya yakni 8 orang saat ini masih menjalani rawat inap di RSUD dr Iskak Tulungagung.

“Untuk pasien yang meninggal itu beberapa waktu yang lalu, bisa ditanyakan ke humas RSUD dr Iskak. Untuk persisnya saya kurang tau. Dan informasinya itu warga Tulungagung,” paparnya.

Bambang menambahkan yang dimaksud dengan Orang Dalam Pemantauan (ODP) adalah orang-orang yang masuk ke atau berada di Indonesia, entah WNI atau WNA, yang berasal dari wilayah atau negara yang sudah diyakini terjadi penularan manusia ke manusia. Orang-orang tersebut masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP).

Baca:  Tercium Aroma Rekayasa dan Pemalsuan Ijasah saat Rekrutmen Perangkat di Singogalih Tarik Sidoarjo

Contoh negara yang sudah diyakini, seperti China, Korea Selatan, Jepang, Iran, Itali, Singapura, Malaysia. Pemantauan yang dilakukan untuk mengantisipasi manakala orang tersebut sakit. Dengan begitu, pemerintah bisa melakukan pelacakan cepat, karena sudah ada pemantauan. Namun, ODP jangan diartikan bahwa semua orang itu sakit atau terinfeksi Covid-19.

“Dalam arti sederhananya, ODP tidak sakit dan belum tentu terinfeksi corona,” katanya.

Sementara, istilah Pasien Dalam Pemantauan (PDP) berbeda dengan ODP. Bila ODP merupakan mereka yang tidak sakit, pada PDP adalah mereka yang menderita sakit.

Bambang menjelaskan, PDP mengalami gejala sakit yang mengarah ke influenza hingga gangguan pernapasan. Status disebut pasien karena harus dirawat.

Baca:  Informasi Tentang Penderita Corona Terlarang Dibuka

Status pasien dalam pemantauan karena kondisi yang sama dengan ODP, yakni berasal dari wilayah yang sudah terjadi penularan corona. Namun, PDP belum tentu suspect atau positif corona.

PDP yang disebut suspect ketika memiliki kontak dengan seorang positif Covid-19. Bila sudah demikian maka perlu mengisolasi pasien.