Selain Minta Tahapan Pilkades Ditunda, F PAN Minta Pemda SBB Perketat Pengawasan di Pelabuhan Fery Waipirit

Reporter: Suneth

Ketua DPD PAN SBB Maluku Hi Abdul Rauf Latulumamina (Foto: Suneth_kanalindonesia.com)

SERAM BAGIAN BARAT, KANALINDONESIA.COM: Selain Minta Ketua Fraksi PAN Hi Abdul Rauf Latulumamina selain meminta Pemda SBB segera mengevaluasi kembali tahapan Pilkades yang saat ini tengah berjalan agar dapat ditunda hal ini guna antisipasi pencegahan penyebaran virus Corona, apalagi saat ini kota ambon sudah terkonfirmasi 1 positif Covid- 19.

Ditengah menyebarnya virus Covid-19 di kota Ambon,maka diperlukan langkah cepat dari Pemda SBB untuk memberlakukan secara ketat sosial distancing dan melarang semua pertemuan – pertemuan yang melibatkan banyak orang”

Apalagi hasil tracing satgas Maluku yang diketuai sekda kasrul selang terhadap pasien positif covid 19 asal Bekasi tersebut sejak dari awal tiba di Ambon sampai terakhir yang bersangkutan di isolasi. Dapat diperkirakan 100 orang berpotensi terpapar terjangkitnya covid 19 “Ungkap Latulumamina.

Untuk itu pula,perlu adanya langkah cepat Pemda SBB untuk mengambil
langkah cepat dari Pemda SBB untuk memberlakukan secara ketat sosial distancing dan melarang semua pertemuan – pertemuan yang melibatkan banyak orang serta adanya kewaspadaan yang super ketat di pelabuhan penyebrangan Waipirit kecamatan Kairatu kabupaten SBB. Mengingat pelabuhan penyebrangan waipirit merupakan pintu masuk bagi orang – orang luar Maluku yang berpergian ke SBB. Seharusnya sudah ada langkah – langkah yang dilakukan Pemda SBB untuk antisipasi virus tersebut.

Baca:  Pemda SBB Berlakukan ASN Kerja dari Rumah

Bukan hanya itu, petugas kesehatan selalu siaga di pelabuhan penyebrangan Fery Waipirit harus memiliki perlangkapan yang memadai, hal ini agar para petugas dapat terhindar dari penuluran covid-19 saat melakukan pemeriksaan penumpang baik yang dari kota ambon maupun dari SBB menuju kota Ambon

” Kita tidak tahu ketika ada penumpang yang diperiksa oleh pihak petugas medis ada yang mengalami gejala seperti gejala Covid-19, maka petugas medis bisa tertular apalagi lagi penumpang tersebut sudah benar – benar terjangkit virus tersebut akibat para tenaga media tidak gunakan peralatan yang memadai ” Jelas Latulumamina

Dikatakannya, Pemda SBB seharusnya sudah melakukan koordinasi dengan ASDP terutama di dermaga Waipirit dan Hunimua agar penumpang mematuhi sesuatu dengan himbauan Pemda Provinsi Maluku maupun Pemda seharusnya ini diterapkan pula pada antrean para penumpang sampai dengan duduk dalam fery perlu menjaga jarak pula.

” Ini seharusnya diterapkan pula, untuk antisipasi pencegahan penularan Covid-19, untuk itu Pemda SBB harus lakukan koordinasi dengan pihak ASDP untuk terapkan himbauan itu. seperti menjaga jarak,dan lainnya, apalagi fery juga merupakan tempat umum dan ramai itu patut diwaspadai” Cetusnya.

Baca:  Ketua DPD Perindo Jombang : Perindo Tidak Pecah, Tidak Ada Pemecatan

Disarankan agar armada – armada Fery semuanya harus di semprot dengan menggunakan cairan disinfektan terutama tempat duduk penumpang dan bawaan barang penumpang juga diharapkan jadwal penyebrangan Fery dapat di kurangi saat ini untuk menekan jumlah penumpang agar terjaga jarak mereka masing – masing dan kurangi lalulintas orang.

” Diharapkan pula setiap penumpang yang baru turun dari fery selain dilakukan cek suhu badan juga dilakukan penyemprotan semua barang bawaannya dengan cairan disinfektan begitu juga dengan kendaraan motor dan mobil. Serta perlu juga disiapkan handsanitiser di jalur keluar dermaga sehingga setiap orang yang keluar terlebih dahulu dapat mencuci tangannya agar steril” Pungkas Latulumamina.

Lanjutnya, jika kita berasumsi virus ini akan menyebar cepat, maka bisa saja kita pastikan SBB punya peluang lebih besar ketimbang daerah lain terkena wabah Covid-19, sebab akses ibu kota Kabupaten yang paling dekat dengan kota ambon hanya SBB, seharusnya pemda SBB lakukan langkah preventif untuk mencegah wabah viru Corona, artinya harus ada kewaspadaan dan lakukan pencegahan dari awal sebelum hal ini terjadi” jelas Latulumamina.

Baca:  Sambangi Warga Pulau Kelang, Jajaran Polsek Waesala Sosialisasi Bahaya Penambangan Cinabar

Pemda SBB segera berlakukan sosial distancing secara ketat, mulai dari antrean masuk pelabuhan feri sampai pada tempat duduk di dalam fery dan berkoordinasi dengan ASDP, bukan hanya itu Pemda SBB juga mewaspadai pelabuhan Hitu,dan Tahoku petugas harus stand by di sana dan melakukan SOP sesuai ketentuan.

Dan SOP dalam menangani penyebaran virus ini segera di sosialisasikan ke masyarakat, mulai dari ibu kota kabupaten, kecamatan,desa dan dusun secara keseluruhan yang ada di kabupaten Seram Bagian Barat” Pinta Latulumamina

Menutupi keterangannya. Latulumamina yang juga ketua DPD PAN Seram Bagian Barat Maluku juga mendesak Pemda SBB untuk segera mencairkan ADD – DD bagi desa- desa yang belum cairkan dan menghimbau para penjabat desa untuk dapat menggunakan dana tersebut guna mengambil langkah langkah antisipasi pencegahan penularan Covid-19.” tegas Latulumamina @ Suneth