A’an Dwi Nurhidayah Pengusaha Fraschise dan Konsultan Kuliner, Punya Hobi Makan Sejak Kecil

A’an Dwi Nurhidayah, menunjukkan hasil olahan makanan kemasan hasil siswa SMK NU 1 Karanggeneng yang menjadi bimbingannya. foto:omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Penampilannya biasa saja, kaos dengan balutan jas selalu dipakainya setiap acara. Tak mengira perempuan muda kelahiran Lamongan ini adalah pemilik usaha bisnis fraschise yang ternama di Tuban, Lamongan, Bojonegoro dan Gresik.

A’an, begitu ia biasa disapa, menggeluti usaha makanan sejak dia kuliah di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surabaya yang mengambil jurusan tata boga. Perempuan yang suka jajan sejak kanak-kanak tersebut melayani pesanan kue kering, kue untuk ulang tahun dan sebagainya.

“Pada saat itu kalau Sabtu dan Minggu, saya libur kuliah. Dua hari itu saya manfaatkan untuk pulang kampung ke Lamongan sambil mengerjakan pesanan dari teman-teman,” terang A’an.

Perjalanan karier A’an terbilang tidak semulus apa yang terlihat sekarang. Awal perjalanannya dia harus berhadapan dengan kerasnya keinginan orang tuannya terutama ibunya yang menginginkannya menjadi seorang pegawai yang bekerja di sebuah kantor. Sehingga, pilihan kuliahnya yang ingin masuk ke jurusan pariwisata pada waktu itu harus dibuang. Dengan usaha kerasnya, ia meyakinkan orang tuanya dengan berbagai alasan termasuk meninggalkan jurusan pariwisata dan memilih tata boga untuk mengembangkan kariernya.

Baca:  Sidang putusan perkara dugaan korupsi proyek Pasar Kemanggisan Jember, tiga terdakwa masuk tahanan, satu Vonis bebas

Sempat magang disebuah usaha pelayanan Catering di Surabaya, A’an mulai merambah dunianya. Satu persatu konsumen dapat ditemuinya dengan berbagai keinginan, sehingga dia mencoba belajar dari sana tentang keinginan pasar makanan disuatu tempat. Termasuk pengalamannya bekerja di sebuah usaha catering yang menjadi relasi maskapai penerbangan Indonesia saat musim haji.

Lajang dengan nama lengkap A’an Dwi Nurhidayah itu juga menjadi konsultan kuliner dibeberapa kota diantaranya Bandung, Bekasi, Purworejo, Semarang, Yogyakarta, Bojonegoro, Jombang, Surabaya, Malang dan Trenggalek.

A’an Dwi Nurhidayah saat menandatangani MOU dengan SMK NU 1 Karanggeneng, Lamongan ketika launching SMK mini. foto: omdik_kanalindonesia.com

Selain itu, dia juga membimbing usaha-usaha kecil yang berada di lembaga-lembaga pendidikan untuk mengolah dan memanfaatkan sumber daya disekitarnya untuk dijadikan olahan makanan kemasan yang memiliki nilai jual tinggi.

Baca:  Mengenai Perubahan Perda Nomor 1 Tahun 2019, Tentang Trantibum, Polda Jatim Gelar Sosialisasi Polres Jajaran Secara Virtual

“Banyak orang-orang memiliki modal tapi dia tidak tahu masakan padahal dia kepingin punya usaha rumah makan. Di situlah kerja saya memberikan solusi dan cara bagaimana tindak lanjutnya,” papar perempuan yang terkadang dipanggil Hida tersebut kepada Kanalindonesia.com, Selasa (24/03/2020).

Selain modal senang, begitu A’An menyebut kenapa ia bisa seperti ini, ada faktor kerja keras dan momen yang membuat ia kini bisa mengelola beberapa tempat makan yang beromset ratusan juta rupiah.

“Motto saya, pengalaman akan membesarkan kita, sehingga kita harus banyak mencobanya. Itu aja sebenarnya sudah cukup. Kalau jadi kaya, mungkin karena memang sudah momennya. Ada kesempatan yang kita beruntung bisa tangkap,” menurut perempuan yang pembawaannya terkadang bawel.

Baca:  Inilah Alternatif Investasi Di Masa Pandemi

Ketika di Indonesia merebak virus Corona, usaha A’an juga mengalami imbasnya yakni penurunan pendapatan hampir 60% selama dua bulan terakhir ini. Akan tetapi dia berusaha untuk tetap bertahan dan berdo’a agar bisa secepatnya negara ini segera bebas dari ancaman wabah penyakit ini.(omdik)