Putus Penyebaran Corona, Polisi Tulungagung Bubarkan Kerumunan Masa di Sejumlah Cafe

petugas menempelkan maklumat Kapolri di salah satu kafe

TULUNGAGUNG, KANALINDONESIA.COM: Aparat penegak hukum dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung terus bergerak memutus penyebaran virus corona (Covid-19). Terbaru, tim gabungan dari tiga pilar tersebut menggelar operasi gabungan untuk membubarkan kerumunan masa di beberapa lokasi seperi warung makan, warung kopi, dan kafe, Rabu (25/03/2020).

Tak hanya itu, polisi juga melakukan penyemprotan disinfektan kesejumlah warung yang kerap dikunjungi warga.

Operasi gabungan tersebut dimulai sekitar pukul 19.30 WIB yang melibatkan petugas dari Kepolisian, Kodim 0807, dan Satpol PP. Dari Mapolres, rombongan menuju ke arah barat atau Jalan Ahmad Yani Timur.

Selama di perjalanan, terdengar anggota Satbinmas dan Satlantas yang menyerukan himbauan agar masyarakat jangan berlama-lama saat berada diluar rumah. Apabila terpaksa membeli makanan, jagalah jarak antar masing-masing pembeli dan upayakan makanan/minuman dibawa pulang ke rumah.

Kemudian, rombongan sempat berhenti di Kafe Teh Tarik DMR. Sebab, tampak ada beberapa orang yang mengantre. Selanjutnya, petugas langsung memberikan pemahaman kepada pengelola kafe agar memanfaatkan pembelian makanan secara online.

Petugas, juga sempat memasang dua pamflet tentang maklumat Kapolri dan himbauan Kapolres Tulungagung terkait penanganan virus corona.

Setelah itu, rombongan melanjutkan operasi dan sempat mampir di beberapa titik seperti di Warung Gacoan, area kuliner sekitar Stasiun Tulungagung, dan di warung makan Ayam Geprek Juara.

Dibeberapa lokasi tersebut, petugas dari Urkes Polres Tulungagung juga sempat melakukan penyemprotan disinfektan.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, operasi gabungan ini merupakan kegiatan yang sengaja dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona. Menurutnya, selain menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), salah satu cara lain yakni dengan menjaga jarak antar sesame (sosial distancing).

“Nah untuk itu, operasi ini titik tekannya mengurai kerumunan masa yang biasa di warung makan, warkop, dan kafe,” katanya.

Pandia melanjutkan, pihaknya berharap masyarakat khususnya warga Tulungagung bisa memahami kondisi ini. Meskipun yang dibeli adalah kebutuhan pokok, namun setidaknya mereka tetap bisa menjaga jarak antara satu dengan yang lain. Hal ini murni untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Tadi kami arahkan, seyogyanya memanfaatkan fasilitas delivery order,” imbuhnya.

Jikalau tidak memungkinkah lanjut Pandia, mereka tetap diperkenankan membeli kebutuhan pokok secara langsung asalkan makanan dan minumannya dibawa pulang. Selain itu, bagi pengelola warung makan, kafe, dan warkop diharap bisa menyediakan fasilitas cuci tangan dan handsanitizer.

Pandia mengungkapkan, operasi ini bakal terus dilakukan pihaknya di seluruh wilayah Tulungagung sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Meskipun demikian, pihaknya juga mengapresiasi pengelola warung yang telah berkenan mengurangi jam buka atau menutup warungnya.

“Diharapakn nanti progresnya semakin bagus, artinya masyarakat secara perlahan memang sudah memahami kondisi seperti ini,” tukasnya.

Sementara itu, Fifi salah satu karyawati warung makan Ayam Geprek Juara (AGJ) mengaku akibat adanya virus corona ini omzet penjualannya menurun tajam. Menurutnya, di hari-hari normal, pemasukan bisa mencapai Rp 10 juta. Namun saat ini hanya Rp 5 juta saja.

“Jumlah pengunjungnya juga menurun drastis,” terangnya.

Namun demikan lanjut Fifi, pihaknya belum ada rencana untuk menutup warung makan tersebut. Bahkan saat ini, konsumennya sudah beralih dengan sistem delivery order.