Dikenal Tega Lukai Korban, 11 Pelaku Pencurian Spesial Truk Lintas Provinsi Dibekuk Polisi

Reporter: Ady

Para pelaku dan barang bukti saat diamankan di Mapolda Jatim( foto: Ady_kanalindonesia.com)

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Sebelas pelaku tindak kejahatan jalanan khususnya curanmor spesialis truk lintas provinsi tak berkutik saat diamankan Ditreskrimum Polda Jatim. Tak tanggung-tanggung untuk melancarkan aksinya, para pelaku tega melukai korbannya jika melakukan perlawanan.

Saat merilis kasus ini, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim Kombes Pol Pitra Ratulangie memamerkan sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam dan sepucuk senjata api (senpi) milik para pelaku.

Ia membenarkan awalnya tim gabungan dari Unit III Curanmor bersama Tim Resmob Jogoboyo (TRJ) Jatanras Subdit III Ditreskrimum Polda Jatim terlebih dulu meringkus dua pelaku, yakni Sugianto (53) dan Edi Kuncoro (22). Keduanya merupakan warga Kabupaten Pasuruan.

“Dari hasil keterangan kedua pelaku itu, kita mendapatkan 9 nama pelaku lagi, termasuk penadahnya,” ujar Pitra.

Tak membutuhkan waktu lama, petugas lalu menelusuri keberadaan kesembilan pelaku tersebut. Sembilan pelaku itu adalah Sutari (45), warga Winangon, Kabupaten Pasuruan, M Sofi (29) dan M Afandi (25), keduanya warga Kraton Pasuruan.

Sementara pelaku berdomisili Kota Surabaya, ialah Alman Wahyudi (52) dan Deri F Wijaya (18), sama-sama warga Kenjeran, Dwi A (25), warga Tambaksari. Satu pelaku dari Sidoarjo bernama Jeremi (25) berdomisili di Wonoayu. Dan dua pelaku lainnya dari Mojokerto, Adi S (56) warga Mojosari dan Arief T (45), warga Bangsal.

“Kami kembali mengamankan sindikat pelaku curanmor berjumlah 9 orang. Mereka ini spesialis pencurian truk jenis engkel dan beberapa mobil box atau pick up. Para pelaku cukup sadis, mereka tak segan-segan melukai korbannya dengan senjata tajam dan senjata api,” kata Pitra di Mapolda Jatim, Kamis (26/3/2020).

Pitra mengungkapkan, selain di wilayah Jawa Timur sendiri biasanya para pelaku beraksi di provinsi lainnya, seperti di wilayah Jawa Tengah sampai Jawa Barat.

“Untuk TKP (tempat kejadian perkara) di Probolinggo, Jember, Lumajang, Blitar. Kalau luar provinsi di Semarang dan Cirebon,” ungkapnya.

Dari penangkapan 11 pelaku, polisi mengamankan banyak barang bukti. Mulai dari kepala kendaraan truk yang jumlahnya cukup banyak.

“Truk ini dicuri dari parkiran dan halaman rumah warga. Setelah dicuri lalu ditaruh di suatu tempat untuk dipreteli atau bahasa lapangannya dikanibal lalu dijual secara terpisah,” sambung Pitra.

Barang bukti lain yang diamankan, yakni kunci T untuk merusak rumah kunci truk, belasan ponsel, rekening beberapa bank, dan juga surat-surat kendaraan.

Seluruh barang bukti itu diperoleh dari 11 tersangka yang berperan sebagai pelaku pencurian dan juga penadah.

“Kami amankan barang bukti mulai sajam berupa celurit yang digunakan untuk melulai korban. Ada juga senjata api dengan peluri kaliber 5,6 yang cukup besar. Ini peluru yang digunakan TNI tapi menggunakan senjata api rakitan yang dimodifikasi sendiri,” tandasnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 363 dan 365, serta 480 KUHP. Ancaman pidananya minimal hukuman penjara lima tahun. Ady