Hambat Penyebaran Virus Corona, ASN Kemenag Lamongan Bekerja dari Rumah

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Wabah virus Corona terus menyebar di Indonesia. Menteri Agama Fachrul Razi mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama bekerja di rumah atau Work From Home (WF) untuk menghambat penyebaran virus. Kebijakan bekerja di rumah tersebut mulai diterapkan di Kemenag Lamongan kemarin (26/03/2020).

“Kami sudah menerapkan arahan dari pusat. Seluruh pegawai sudah mulai bekerja dari rumah,” tutur Kepala Kemenag Lamongan, Sholeh.

Peraturan tersebut tertuang dalam SE Menteri Agama Nomor 4 tahun 2020 tertanggal 24 Maret 2020. Peraturan tersebut sebagai pengganti tentang perubahan SE Menteri Agama Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-2019) pada Kementerian Agama. Dalam peraturan terbarunya tersebut, Menag kewajiban seluruh pegawai Kemenag, mulai dari Pejabat Pimpinan Tinggi Madya, Pratama, Administrator untuk mulai bekerja di rumah.

Menurut Sholeh, kegiatan di bawah bidang pendidikan madrasah (Penma) mulai berkurang. Sebab, siswa madrasah masih diliburkan. Pelayanan yang terus berjalan berada dibagian penyelenggaraan haji dan umrah (PHU) dan bimbingan masyarakat (Binmas) Islam.

Sholeh juga menuturkan, pelayanan terhadap masyarakat masih tetap berjalan. Namun, pelayanan dilakukan secara online. “Kami masih memberikan pelayanan terhadap masyarakat, namun tidak dengan bertatap muka,” imbuhnya.

Pegawai kantor urusan agama (KUA) juga diinstruksikan bekerja dari rumah. Sholeh menjelaskan, intruksi WFH untuk sementara waktu diterapkan hingga Selasa (31/03/2020).

“Sementara diterapkan hingga Selasa depan sambil menunggu perkembangan lebih lanjut,” katanya.

Kasi Binmas Islam, Kemenag Lamongan, Khoirul Anam membenarkan kebijakan tersebut. Setiap KUA diberikan info untuk menghubungi nomor ponsel petugas. “Jadi ketika ada yang mendaftarkan pernikahan atau lainnya masih tetap bisa terlayani,” tuturnya.

Pegawai KUA memperioritaskan terhadap pelayanan yang urgen. Misalkan ada yang membutuhkan legalisasi buku nikah atau kebutuhan yang mendesak. (omdik)