Putus Penyebaran Virus Corona, Desa Mungli Pasang Bilik Desinfektan di Pintu Masuk Desa

Salah satu warga Desa Mungli, Kecamatan Kalitengah, Lamongan saat melintas di bilik sterilisasi sebelum memasuki wilayah desa tersebut. foto: omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Tidak henti-hentinya desa ini berinovasi, setelah pernah memiliki program satu rumah satu wastafel, kini desa tersebut menghadirkan bilik desinfektan yang ditempatkan pada setiap pintu masuk desa dengan tujuan mensterilkan setiap orang yang keluar dan masuk desa. Bahkan bilik tersebut dirancang untuk pengendara dan motornya.

Bilik desinfektan merupakan satu inovasi baru yang dihadirkan seiring dengan merebaknya virus corona (Covid-19), beberapa desa sudah mengadakan kegiatan-kegiatan guna mengantisipasi penyebaran virus corona di wilayahnya. Namun, bagi Desa Mungli, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan membuktikan diri sebagai desa yang tanggap menghadapi pandemi virus yang hampir menyerang wilayah Indonesia termasuk Lamongan. Setelah penyemprotan desinfektan ke fasilitas umum (fasum) dan seluruh rumah warga, Pemerintah desa melalui Satgas penanggulangan Covid-19 membuat terobosan baru dengan menciptakan bilik sterilisasi yang ditempatkan di setiap pintu masuk desa.

Baca:  Kecelakaan Saat Mudik

“Bilik desinfektan ini kami buat sebagai langkah antisipasi atas merebaknya virus Covid-19 agar desa kami bisa terhindar dari pandemi tersebut,” kata Ketua Satgas pencegahan Covid-19, Nasir pada Kamis (26/3/2020).

Dikatakan oleh Nasir, bilik desinfektan ini mereka buat dengan ukuran 1,5×2 meter dengan maksud agar kendaraan bermotor khususnya roda dua bisa muat dan bisa langsung disterilisasi bersama pengendaranya. “Tinggi bilik desinfektan ini 2 meter, dengan maksud agar motor dan sepeda bisa langsung masuk bersama pengendaranya,” ujar Nasir.

Nasir mengaku, dengan pembuatan bilik desinfektan di pintu masuk desa ini diharapkan semua warga dan juga tamu yang akan berkunjung ke desa mereka bisa steril dari berbagai macam virus, terutama virus Corona yang tengah merebak. Agar semua orang bisa disterilisasi, imbuh Nasir, di sebelah pintu masuk jalan desa yang terpasang bilik desinfektan diberi pembatas jalan agar tak bisa dilalui warga. “Yang mau beraktivitas, baik masuk maupun keluar desa harus disterilkan dulu,” terangnya.

Baca:  Inilah Jadwal Penampilan Peserta Festival Nasional Reog Ponorogo XXIII 2016

Keluar dari bilik, lanjut Nasir, warga juga diarahkan untuk mencuci tangan dengan antiseptic di wastafel yang telah tersedia di depan rumah warga masing-masing. “Setelah disterilkan, warga kami imbau untuk cuci tangan menggunakan antiseptik di wastafel yang sudah terpasang di depan rumah masing-masing warga,” jelasnya.

Sementara Kepala Desa Mungli, Sutrisno mengungkapkan, salah satu alasan pembangunan bilik tersebut karena banyak warganya yang sering ke luar desa ataupun sebaliknya, sehingga untuk mengantisipasi agar tidak terjadinya penyebaran virus corona masuk ke Desa Mungli maka dibuatlah bilik sterilisasi ini.

“Saya sangat berharap, selain pemerintah desa dengan satuan gugus tugasnya untuk menghambat merebaknya virus corona ini, warga juga harus membentengi diri dengan cara atau pola-pola hidup yang sudah disosialisasikan oleh tenaga kesehatan desa,” terang Sutrisno.

Baca:  Mahasiswa Unisla Lamongan Peduli Kebersihan Pantai

Selain bilik desinfektan, Desa Mungli pun hampir merampungkan promgramnya yakni satu rumah satu wastafel. Wastafel-wastafel tersebut berada di tiap-tiap depan rumah warga yang terbuat dari batu pualam dan didatangkan langsung dari Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.

Untuk diketahui, Desa Mungli sejak lama telah menerapkan satu rumah satu wastafel. Keberadaan wastafel dengan air mengalir ini sudah lebih dari setahun diterapkan di desa ini. Di tengah merebaknya virus corona, warga mengaku terbantu dengan keberadaan wastafel dan bilik sterilisasi di pintu masuk desa tersebut.(omdik).