Cegah Corona, Berikut Langkah Pemkab Ponorogo

Bupati Ponorogo Ipong Mchlissoni

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Dalam upaya untuk memutus penyebaran virus corona di wilayah Kabupaten Ponorogo, Pemkab telah mengambil langkah cepat dengan berbagai kebijakan yang harus di patuhi semua pihak.

Untuk itu Bupati Ipong Muchlissoni didampingi Forkopimda telah menggelar konferensi pers di rumah dinasnya (Pringgitan), Jumat (27/03/2020).

Berbagai keputusan dan instruksi yang telah disampaikan diantaranya yaitu:

  1. Mulai tanggal 16 Maret 2020 Pemkab Ponorogo telah meliburkan sekolah yang semula diakhiri tanggal 31 Maret akan diperpanjang sampai dengan 5 April. Pemkab sudah berkoordinasi dengan pondok pesantren dengan cara melakukan lockdown. Para santri tetap melaksanakan aktivitas di Ponpes seperti biasa, apabila ada santri yang akan kembali ke Ponorogo agar dijemput oleh orang tuanya. Sedangkan santri yang akan kembali ke daerah asalnya agar Ponpes menyiapkan angkutan atau pihak keluarga menjemput sendiri di Ponpes.
  2. Membuat wastafel untuk cuci tangan dan saat ini Pemkab sudah menyiapakan sekitar 306 wastafel yang dipasang di tempat umum seperti pasar, rumah sakit atau tempat umum dan rencana akan menambahkan lagi sekitar 500 wastafel.
  3. Seluruh tempat hiburan malam maupun tempat rekreasi ditutup dan untuk warung-warung di Ponorogo setiap pukul 22.00 WIB harus sudah tutup dan tidak beroperasi lagi.
  4. Melaksanakan penyemprotan desinfektan di tempat-tempat umum seperti masjid, mushola. Masyarakat Ponorogo secara mandiri dan swadaya sudah melakukan penyemprotan di lingkungan masing-masing.
  5. Melaksanakan penyekatan di 6 titik perbatasan dengan melakukan screenin suhu bagi pelintas batas, dimana bagi yang ber KTP luar Ponorogo bila suhu badan diatas 38 derajat celcius diminta untuk kembali sedangkan bagi yang ber KTP Ponorogo diminta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di pos kesehatan yang disediakan.
  6. Dalam waktu 3 hari lagi di pos penyekatan akan ditambahkan alat yaitu disinfection chamber untuk membantu mendeteksi orang yang masuk maupun keluar Ponorogo. Yang perlu diwaspadai saat ini adalah orang yang datang dari wilayah Kabupaten Magetan, Madiun, Solo, Yogya dan Jakarta yang merupakan daerah zona merah.
  7. Semua pedagang sayur dari luar daerah utamanya dari Kabupaten Magetan dan Madiun sudah tutup dan dilarang masuk untuk mengirim ke pasar Ponorogo.
  8. Seluruh masjid yang berada di pinggir jalan besar yang berpotensi dipergunakan untuk sholat Jumat agar ditutup dan warga yang akan melaksanakan sholat jumat disrankan mencari masjid yang berada di dalam dan masjid dilarang menggunakan pengeras suara.
  9. Semua pasar hewan yang berada di wilayah Ponorogo ditutup.
  10. Seluruh ASN dan anggota DPRD yang akan mengadakan kunjungan kerja ke daerah lain harus seizin Bupati Ponorogo. Bagi anggota ASN Ponorogo yang berasal dari Zona Merah supaya mencari tempat kost atau kontrakan di Ponorogo.
  11. Memberikan himbauan kepada para pemilik hotel ataupun Homestay agar tidak menerima tamu dari luar daerah terutama dari daerah zona merah.
  12. Seluruh angkutan dam truk yang mengirim ke luar daerah untuk berhenti beroperasi sambil menunggu perkembangan lebih lanjut.
Baca:  Polres Ponorogo Salurkan 1600 Kg Beras Kontijensi Polri dan 325 APD kepada Warga Terdampak COVID-19