Pecah Telur, Satu Pasien di Tulungagung Diduga Positif Corona, Berikut Penjelasanya

TULUNGAGUNG, KANALINDONESIA.COM: Sejak Minggu (29/3/2020) petang warga Tulungagung dikejutkan denga hasil rilis Pemprov Jatim melalui akun media sosialnya yang menyebut ada satu pasien positif virus corona di Tulungagung.

Padahal, data terbaru dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, hanya ada satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sedang dirawat di RSUD dr Iskak.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Tulungagung Maryoto Bhirowo membenarkan adanya informasi tersebut. Menurutnya, ada satu warga Tulungagung yang confirmed atau positif Sarcof2/corona virus.

“Pasien tersebut sebelumnya sudah pernah diisolasi di RSUD dr Iskak Tulungagung,” katanya.

Atas kejadian ini lanjut Maryoto, pihaknya menghimbau agar masyarakat Tulungagung tetap tenang. Pasalnya, pasien tersebut sudah dinyatakan sembuh.

Baca:  Pembuat Miras Illegal di Lamongan Terancam Penjara 5 Tahun

“Pasien tersebut sudah pulang dalam keadaan sembuh,” katanya.

Maryoto menjelaskan, hasil laboratorium tersebut memang baru keluar saat si pasien sudah dinyatakan sehat. Sedangkan pasien yang dimaksud berasal dari Kecamatan Bandung.

“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan mematuhi himbauan dari pemerintah,” tukasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung Bambang Triono melalui Kasi Pencegahan Penyakit Menular Didik Eka mengatakan, pasien tersebut masuk ke RSUD dr Iskak pada tanggal 19 Maret yang lalu. Kemudian, pada tanggal 23 hasil lab BBTKL dinyatakan negatif.

“Karena kondisi pasien sudah sehat akhirnya pulang,” katanya.

Kemudian lanjut Didik, pada hari ini barulah hasil lab dari Balitbangkes Kemenkes RI keluar dan dinyatakan positif.

Baca:  Mengaku Anggota BIN, Pria Tulungagung Ini Janjikan Korbannya Jadi PNS

Terpisah, Humas RSUD dr Iskak Mohammad Rifai mengungkapkan, secara klinis pasien tersebut sudah baik dan sembuh. Sedangkan, hasil swab tenggorokan dari Kemenkes RI memang lama. Namun setelah ini, pihaknya akan menindaklanjutinya dengan mengisolasi pasien secara mandiri.

“Ini tetap menjadi pantauan Dinkes,” tukasnya.

Ditempat lain, Kabag Humas dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Tulungagung Galih Nuswantoro mengatakan, pasien ini mengalami gejala klinis mirip virus corona sepulang dari umroh. Karena pasien sudah memiliki banyak informasi, akhirnya ia berinisiatif memeriksakan ke RSUD dr Iskak.

“Saat diperiksa, si pasien langsung diisolasi,” katanya.

Galih melanjutkan, Kemudian semua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) termasuk yang bersangkutan ini diambil swab tenggorokannya dan dikirimkan ke Kemenkes RI. Namun sebelum hasil lab tersebut keluar, ternyata ia sudah dianyatakan sembuh dan sehat.

Baca:  RSUD dr Iskak Ajarkan Cuci Tangan dan Cara Batuk yang Benar

“Karena sudah sehat ya diijinkan pulang,” ujarnya.

Disinggung kenapa status confirmed positif corona tersebut malah pertama kali diketahui provinsi, Galih menjelaskan karena awal pengiriman swab tersebut melalui provinsi dan kemudian diteruskan ke Kemenkes RI. Saat hasil keluar, otomatis dari Kemenkes RI kembali menyerahkan hasilnya ke provinsi.

“Otomatis masuk data jatim. Termasuk status zona merah, nanti juga provinsi yang menentukan,” jelasnya.