Ketemu Warga di Surabaya Anggota DPRD Jatim Hadi Dediansyah Dikeluhi Soal Dampak Corona Secara Ekonomi

SURABAYA KANALINDONESIA.COM : Kebijakan diam di rumah untuk pencegahan penyebaran virus corona (covid- 19), mulai menimbulkan dampak, salah satunya terhadap kondisi ekonomi Keluarga.

Inilah keluhan perwakilan warga saat didatangi anggota DPRD Jatim Hadi Dediansyah dimasa reses anggota DPRD Jatim.

Dalam silaturahmi yang dilakukan di Kelurahan Sememi Kecamatan Benowo dan Manukan Karya Kecamatan Tandes, dengan mendatangi rumah salah satu warga yang dihadiri 6 orang perwakilan warga, menurut Dedi sapaan akrab anggota DPRD Fraksi Gerindra yang berangkat dari daerah pemilihan (dapil) I Surabaya ini, masyarakat menyampaikan akibat kebijakan ini banyak mereka yang berdagang mulai sepi pembeli.

“Di gang gang kampung warung warung banyak yang sepi pembeli karena banyak warga yang memilih berdiam dirumah. Warkop di perkampungan juga diminta untuk tutup dan tidak boleh ada yang bergerombol,” ujarnya.

Baca:  Peliburan Sekolah Prihal Virus Corona, Disdik Pamekasan Belum Terima Surat Edaran Dari Pemerintah Daerah

Mereka kata Dedi juga menyampaikan banyak warga yang kehilangan pekerjaan karena di rumahkan oleh perusahaan karena takut virus corona.

Baru dua minggu kebijakan ini lanjutnya warga menyatakan sudah merasakan dampak untuk perekonomian mereka. Bahkan mereka menanyakan kalau darurat ini berlangsung sampai dua bulan dan seterusnya maka akan membunuh kehidupan warga.

“Mereka mengatakan sampai dengan saat ini belum ada kebijakan pemerintah untuk membantu warga dengan munculnya kesulitan ekonomi terkait kondisi saat ini,” ungkapnya.

“Yang ironis kebutuhan pembagian masker dan Hansaniteser yang digembor gemborkan pemerintah kota surabaya sampai saat ini masih banyak masyarakat yang belum menerima. Padahal hal itu di butuhkan warga saat ini,” lanjutnya.

Baca:  Unilever dan Baznas Sambangi 44 Panti Asuhan di Indonesia Salurkan Produk & Alat Kebersihan

Dengan kondisi yg serba darurat sekarang ini, politisi Partai Gerindra ini mengharap dengan sangat peran dan aksi nyata Pemerintah baik itu Pemkot Surabaya, Pemprov Jatim dan Pemerintah Pusat harus betul-betul merealisasikan apa yang menjadi program pada situasi darurat ini secara langsung ke sasaran.

“Jangan hanya sebatas mendata Dan himbauan saja. Rakyat saat ini butuh sentuhan langsung terutama APD Dan bantuan persediaan makanan,” paparnya.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim ini juga meminta agar APBD yang sudah dialokasikan untuk penanganan ini, baik APBB Pemkot maupun Pemrov serta APBN, harus segera direalisasikan untuk memenuhi keperluan masyarakat yang sudah mulai merasakan dampak akibat kebijakan yang dibuat terkait penyebaran virus ini.

Baca:  Tak Patuhi Prokes Covid 19, Sejumlah Pengendara Kena Sanksi Sosial

“Jangan sampai rakyat malah mati akibat himpitan kesulitan ekonomi dibalik kebijakan yang ingin memutus rantai penyebaran virus ini. Semua harus berjalan seiring, rantai penyebaran vuris terputus dan masyarakat tidak kesulitan dalam perekonomian dan kebutuhannya,” pungkasnya. Nang