Resmi Keluarkan KPE dan Top Up Ojol bagi ODP, Bupati Nur Arifin Atasi Dampak Sosial Ekonomi

KPE ,Kartu Penyangga Ekonomi, kebijakan Bupati Trenggalek atasi dampak sosial ekonomi Covid-19

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Dua Kebijakan strategis diambil Bupati Trenggalek, H Moch Nur Arifin dalam mengatasi dampak sosial ekonomi pasca terdampak kebijakan pemkab mengenai pembatasan wilayah yang diberlakukan empat hari yang lalu.

Pemkab Trenggalek menggulirkan Kartu Penyangga Ekonomi (KPE) bagi warga yang terdampak wabah virus corona dan top up ojek online (Ojol).

Didampingi Kapolres Trenggalek, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, pengguliran KPE, untuk menjawab dampak pelaku ekonomi di Trenggalek yang kini mengalami keterpurukan, Pemkab menyiapkan pemberian relaksasi pajak dan restribusi daerah pada beberapa sektor.

“Diantaranya, pajak hotel, restoran, restribusi sewa lahan dan bangunan serta kios yang dikelola pemkab,” kata Moch Nur Arifin, melalui teleconference, di Smart Center lingkup Pendopo Manggala Praja Nugraha, Selasa(01/04/2020) malam.

Baca:  Siswa SMKN 1 Kalitengah Diajarakan Kreativitas Dalam Melukis Batik

Sementara itu, terhadap penyewaan fasilitas olahraga dan kawasan wisata, dilanjutkan Arifin, dibebaskan dari biaya sewa selama kedaruratan bencana kesehatan belum dicabut pemerintah pusat.

“Termasuk status tanggap darurat bencana yang telah dicanangkan pemerintah,” tandasnya.

Bagi Orang Dalam Pengawasan (ODP), pemkab akan menfasilitasi dengan aplikasi ojol agar selama 14 hari bisa tenang mengisolasi diri di rumahnya sesuai protokol kesehatan.

“Top up saldo Rp 200 ribu dan beras 5 kilogram,”terangnya.

Setidaknya ada 454 ODP yang akan diintervensi Pemkab melalui KPE dan itu jumlahnya akan mengikuti perkembangannya.

“Tapi jika ODP ternyata melanggar protokol, KPE otomatis dicabut,” imbuhnya.

Sementara KPE tersebut, Arifin telah mengerjasamakan dengan pihak PT BRI setempat melalui e-money.

Baca:  Pria Trenggalek Nekat Tusukkan Pisau Ke Tubuhnya Sendiri, Kenapa???

“Kriteria yang mendapat KPE referensi daer gugus tugas penangulangan Covid -19,” tegasnya.

Dari info yang dihimpun depo yang bisa untuk berbelanja sesuai alokasi yang ditentukan pemerintah ada 14 depo tersebar di 14 kecamatan se Kabupaten Trenggalek.

Penulis :Agus Purwanto