Waduk Berpindah tangan Otomatis,Warga Bendil Protes,Harus Mengadu Kemana..?

GRESIK, KANALINDONESIA.COM -Bergulirnya kasus sengketa waduk Desa Bendil Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik Jawa Timur hingga kini belum tuntas dan masih bergulir.Warga Bendil yang merasa terdholimi kini masih berjuang mempertahankan status waduk tersebut,yang di duga di serobot oknum perorangan berinisial AH.

Sebelumnya,warga pernah melakukan aksi demo ke Pemerintah Kabupaten Gresik untuk menanyakan status tanah Fasum/waduk tersebut.Aksi pun tak membuahkan hasil,hanya di tanggapi oleh pejabat Pemkab Gresik tapi tak ada realisasi, Kamis (02/04/2020)

Menurut data yang ada,riwayat waduk tersebut pernah berpindah tangan 3 kali,dugaan sementara, tak ada legalitas yang jelas,berpindah secara otomatis dengan catatan riwayat pada tahun 1974 beralih dengan atas nama Mudji/P.Mursid, selanjutnya pada tahun 1984 beralih menjadi atas nama Husen Zainal dan pada tahun 2017 hingga saat ini, waduk tersebut menjadi atas nama Achmad Husin.

Baca:  Gasak Kabel Milik Telkom, 5 Pemuda Cerme Gresik Dijebloskan ke Penjara

Yang pasti, Fasilitas Umum ( fasum ) yang berupa waduk tersebut masih milik negara,bukan perorangan.Tapi kenapa bisa menjadi nama Perorangan..? Ini menjadi pertanyaan besar bagi warga setempat.

Ini adalah peristiwa aneh tapi nyata, yang ada, waduk yang sedianya adalah fasilitas Umum kini berpindah nama menjadi nama perseorangan menurut warga setempat Atim Susanto.

“Setahu saya, waduk itu adalah fasilitas umum,tapi sekarang kok bisa menjadi atas nama milik perorangan,”ujar Atim.

Sementara menurut Iskandar pejabat Kesbangpol Gresik, mengaku kalau pernah ada mediasi yang di fasilitasi oleh PJ Kepala Desa Suhardi di Kantor Kecamatan Menganti dan kasus sengketa waduk tersebut sudah clear.

“Untuk masalah waduk tersebut sudah clear,saat itu waktu di pertemukan di kantor Camat Menganti,untuk dokumen lainya kita masih mengumpulkan data dari BPPKAD,”ujar Iskandar.

Baca:  Pemusnahan Barang Sitaan Bea Cukai

Hal tersebut tidak sependapat dengan pendamping kasus ( pengawal ) warga Dalam keterangannya, Rektor Unitomo Dr.Bachrul Amiq, SH., MH. memberi tanggapan, Saya melihat itu ironi semoga saja itu tidak betul, karena saya belum melihat suratnya dari Kesbangpol. Warga dusun Bendil memperjuangkan Waduk yang beralih menjadi milik perorangan.

“Harusnya sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik yang mempunyai legal standing, berupaya asalnya Waduk menjadikan Waduk kembali. Kenapa pemerintah daerah Gresik tidak memberi support kepada warga, padahal warga mempunyai dasar yang dikeluarkan dari Badan Pendapatan pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) yang didapat tahun 2018. Permasyalahan waduk ini belum selesai, selesainya jika tanah itu menjadi Waduk kembali,“ pungkasnya.

Baca:  H-7  Lebaran, Polres Bangkalan Tempatkan Sniper di Daerah Rawan Kriminal