Penumpang Bus di Terminal Gayatri Alami Penurunan 60 Persen, Dampak Merebaknya Covid-19

TULUNGAGUNG, KANALINDONESIA.COM: Dampak merebaknya coronavirus disease (covid-19) rupanya cukup terasa pada perputaran moda transportasi bus. Buktinya, saat ini antusias masyarakat yang menggunakan moda transportasi bus mengalami penurunan yang cukup drastis.

Seperti halnya di Terminal tipe A Gayatri Tulungagung, dimana jumlah penumpang mengalami penurunan hingga 60 persen. Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan masing – masing PO Bus turut mengurangi jumlah armada yang beroperasi.

“Jumlah penurunan penumpang mulai terasa sejak miggu keempat bulan Maret. Dan saat ini terminal mulai sepi, penumpang juga turun drastis dibandingkan hari biasa,” ungkap Koordinator Satuan Pelayanan tipe A Gayatri, Dukut Siswantoyo, Kamis (02/04/2020).

Dukut memaparkan, saat ini penurunan armada bus mencapai 50 persen jika dibanding dengan hari biasa. Dimana, sebelumnya ada sekitar 300 armada bus yang keluar masuk terminal. Baik itu bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan antar kota dalam provinsi (AKDP). “Kini hanya sekitar 150 armada saja yang keluar masuk terminal. Disamping itu juga armada bus tidak penuh,” paparnya.

Baca:  Mapolres Kediri Beri Pelayanan dan Pantau Masyarakat Kediri Lewat Elektronik

Sedangkan untuk jumlah penumpang yang memanfaatkan moda transportasi bus juga mengalami penurunan hingga 60 persen. Dihari biasa tercatat 3000 hingga 6000 penumpang yang hilir mudik di terminal. Kini hanya 800 hingga 100 penumpang yang hilir mudik di terminal.

“Mungkin ini imbas penerapan social distancing di sebagian wilayah. Sehingga, masyarakat memang benar – benar di rumah atau tidak berpergian,” jelasnya.

Dukut memprediksi penurunan jumlah penumpang ininmasih akan terus terjadi untuk beberapa waktu kedepan. Ini seiring dengan kebijakan presiden yang memberlakukan pembatasan sosial berskala besar dalam rangka percepatan penanganan covid-19.

Disinggung mengenai wacana larangan mudik, Dukut mengaku belum dapat memastikan hal tersebut. Namun ia membenarkan jika beberapa wilayah terutama bagian perbatasan telah dilakukan pembatasan untuk akses keluar masuk.

Baca:  Polres Tulungagung Operasi Sikat Semeru, Guna Ciptakan Konduksifitas