Dengan Pendampingan PT. Pupuk Kaltim, Demplot Petani Kebonsari Madiun Panen Meningkat 27%

MADIUN, KANALINDONESIA.COM: PT. Pupuk Kalimantan Timur( Pupuk Kaltim) bersama dengan petani Desa Kebonsari menggelar syukuran dalam rangka panen padi dari Demonstrasi Plot(Demplot) di lahan milik anggota BUMdes Bumdes Mulyasari, Desa/Kecamatan Kebonsari, Madiun, Jawa Timur, Jumat(03/04/ 2020).

Dari hasil panenya, para petani yang tergabung dalam BUMdes Mulyasari, Desa Kebonsari sangat mengapresiasi upaya Pupuk Kaltim dalam memaksimalkan potensi pertanian di desanya, melalui demplot dan pendampingan berkala yang dilaksanakan. Hal itu pun membuahkan hasil signifikan, dengan pola pemupukan yang dilakukan.

“Hari ini kita bersama dengan petani Desa Kebonsari yang tergabung dalam BUMdes Mulyasari melakukan panen dari Demonstrasi Plot(Demplot) dengan hasil yang sangat menggembirakan,”ucap Setyo Agus Susanto pimpinan pemasaran PT. Pupuk Kaltim wilayah Madiun dan Jatim Barat kepada kanalindonesia.com.

Sejak awal pendampingan pasca sosialisasi Demplot yang dilaksanakan, para petani berhasil mencapai optimalisasi panen gabah melalui penggunaan pupuk Urea, NPK Pelangi dan Hayati Ecofert dengan pola pemupukan berimbang.

Baca:  Tipu-Tipu di FB, Warga Ponorogo Bawa Kabur 8 Motor

Dijelaskan Agus, dari demplot yang didampinginya bersama dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) setempat mengalami peningkatan hasil produksi sebesar 27% dimana sebelumnya, para petani di Desa Kebonsari ini menggunakan formula pupuk dengan perbandingan yaitu Urea 300 Kg, NPK 150 Kg, Organik 200 Kg, Sp36 100 Kg dan Za 200 Kg hasil panenan sebesar 7,7 ton per hektar dan setelah mendapat pendampingan dengan menggunakan pupuk sesuai yang direkomendasikan dengan formula perbandingan yaitu Urea granul 200 Kg, NPK Pelangi 16-16-16 300 Kg, Hayati Ecofert 40 Kg terjadi peningkatan sebesar  9,8 ton per hektar.

“Peningkatan hasil yang sangat signifikan dari hasil panenanya, yaitu mencapai 27% . Ini sangat menggembirakan,”ucap Agus.

Baca:  Tak Hanya Warga Sipil,Operasi Patuh Semeru 2019 Polresta Sidoarjo ASN dan Anggota Juga Jadi Target

Meski harga pupuk non subsidi diatas dari pupuk subsidi, dijelaskan Agus dengan penggunaan yang berimbang ini sangat menguntungkan para petani, pasalnya selain hasil panen meningkat secara signifikan, dengan penggunaan pupuk non subsidi yang terdiri dari Urea, NPK Pelangi dan Hayati Ecofert terbilang bisa menghemat lebih dari 50% dari sebelumnya, dengan dosis yang jauh lebih kecil diimbangi pola pemupukan yang sesuai, sehingga bibit yang ditebar sejak umur produktif, menampakkan hasil yang nyata.

“Dengan penggunaan pupuk seperti yang digunakan petani dalam demplot tersebut, selain memberikan peningkatan hasil secara signifikan, petani juga bisa lebih menghemat biaya. Dan petani lebih mudah dalam membawa pupuk ke sawah, karena sebagai contoh, jika biasanya membawa 50 Kg pupuk, sekarang petani ke sawah hanya membawa sekitar 20 Kg,”beber Agus.

Dijelaskan Agus terdapat perbedaan antara pupuk subsidi dan non subsidi formula yang dipergunakan sekarang, terdapat seleris yaitu jika pupuk yang non subsidi ini bisa tahan di tanah antara 4-5 hari ditanah, sedangkan menggunakan pupuk subsidi selerisnya hanya antara 2-3 hari bisa bertahan di tanah.

Baca:  Jalan Berlubang dan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Pasang Sparator Ditengah Jalan Nasional

“Peran BUMdes Mulyasari sebagai agen penjualan pupuk nonsubsidi pupuk Kaltim di wilayah Kecamatan Kebonsari sangat baik untuk ketersediaan stok pupuk urea daun, buah dan NPK pelangi, sehingga para petani dengan mudah untuk mendapatkan pupuk nonsubsidi produk Pupuk Kaltim tersebut,”terang Agus.

Sementara itu, Noto dan Heru pemilik lahan yang dipergunakan untuk Demplot menyampaikan,” sangat senang mas, karena sebelumnya kami menggunakan pupuk subsidi hasilnya 1,1 ton per petak sawah dan setelah menggunakan pupuk non subsidi Pupuk Kaltim ini hasilnya meningkat  menjadi 1,4 ton per petak sawah,”ucapnya.