Dana APBD Jatim Siap Siap Dipotong 35% Untuk Tangani Covid 19

SIDOARJO KANALINDONESIA.COM : Untuk memenuhi kebutuhan dana atasi Covid 19, Mendagri Tito Karnavian menginstrusikan agar setiap daerah mengalokasikan APBD murni sebesar 35 % untuk kebutuhan anggaran wabah Corona. Diharapkan Malam ini ,Minggu (5/4/2020) jam 23.00 sudah dilaporkan ke Mendagri.

Ini dikatakan Ketua DPRD Jatim Kusnadi di sela sela kegiatan serap aspirasi di Desa Ganggang Panjang Tanggulangin dan desa Kepunten Tulangan Sidoarjo. “Kami sudah mendapat pemberitahuan ini bahwa Setiap daerah diminta sagera merealokasi anggarannya sebesar 35 % untuk fokus menangani wabah Covid 19,” ungkap Kusnadi.

Politisi yang juga Ketua DPRD Jatim ini mengatakan, bahwa hal ini sagera dibahas secara internal dewan dan dilanjut dibahas dengan gubernur. Saat ditanya nanti penggunaannya untuk apa Saja. Kusnadi mengatakan menunggu Petunjuk tehnis dari menteri kesehatan, “Perintah menyiapkan anggarannya mengikuti perintah Mendagri, sedang untuk tehnis penggunaannya kita harus ikuti (aturan) menteri kesehatan,” kata Kusnadi.

Baca:  Gisella dan Tyaz Mirasih Gagal Penuhi Panggilan Polda Jatim, Kapolda Sebut Karena Ada Jadwal Syuting

Jatim dipastikan menjalankan perintah tersebut, untuk menjadikan upaya penanganan Civid 19 di Jatim efektif. “Ya Karena ini perintah pusat kita harus dukung. Bagi DPRD Jatim selama itu untuk rakyat ya harus dijalankan. Bahkan kita juga sudah serahkan anggaran kunjungan kita 100 miliar untuk bantu tangani Covid 19,” tambahnya.

Sementara itu dalam reses ala cangkru’an ini mengingatkan jangan sampai sakit. Sebab jika sampai sakit maka akan merepotkan diri sendiri dan Keluarga, “kalau sampai sakit maka akan repot. Sebab harus pisah dengan Keluarga cukup lama. Dan kalau sampai meninggal dikuburnya juga masalah Karena banyak yang nolak, jadi jangan sampai sakit,” kata Kusnadi mengingatkan.

Baca:  Hearing Komisi D DPRD Gresik dengan PT. Smelting Batal

Sementara itu Kusnadi juga mengingatkan kepada Lurah dan kepala desa untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat, Jika ada warganya yang datang dari perantauan harus diterima dengan baik. Tapi tetap diminta untuk megisolasi diri selama 14 hari, “Mereka tetap harus diterima, Sebab kondisinya banyak yang kehilangan kerja. Dengan kondisi begini pasti yang terpikir adalah keluarga, iling emak e. Yo yo’opo maneh. Cuman ya dikasih tahu, didata disuruh di rumah dulu 14 hari Jangan ketemu siapapun, jangan ngobrol ngobrol dulu, supaya mengurangi resiko penularan Corona ini. Sebab meski kelihatan seger bugar, bukan berarti dia tidak membawa virus ini,” pungkasnya.nang