LSM Geram Tolak Ormas Radikal

Aksi Damai LSM Geram

KANALINDONESIA.COM, SEMARANG : Gabungan LSM Geram Jateng yang terdiri dari berbagai elemen LSM seprti, LSM KP KUMDAM, dan LSM Garda P3ER. Mengelar aksi damai memprotes gerakan- gerakan radikalisme dan ormas- ormas intoleran yang dinilai akan merusak keutuhan NKRI.

Menurut mereka gerakan Radikalisme yang dimaksudkan untuk merubah atau memperbaharui status sosial dan politik secara drastis dan mengancap ke-binekaan NKRI sudah harus ditanggapi serius, baik itu oleh pemerintah, aparat kepolisian, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Maraknya penyebaran isus- isu sensitif seperti rasis dan agama yang kini marak di media sosial menambah mudahnya doktrin radikalisme menyebar dan diakses oleh masyarakat, hingga masyarakat rentan sekali terkena dampaknya.

“proses pengenalan, indentifikasi diri, indoktrinisasi, hingga terror, dulu semua proses tersebut tertutup, tapi sekarang dengan adanya media sosial sudah tidak asing lagi faham- faham radikalisme dapat menyerang masyarakat kita,” jelas koordinator aksi Budi Santoso.

Indonesia yang sudah memiliki Pancasila sebagai dasar bernegara dan ideology adalah kunci untuk menjaga keutuhan Negara dari ancaman faham radikalisme dan terorisme, namun nyatanya banyak ormas- ormas yang masih menganut faham ini bebas beraksi tanpa takut hukum, malah kerap kali mereka lolos dari hukum.

“untuk itu kami meminta dengan sangat hormat kepada pemerintah baik pusat dan daerah utuk berani menindak tegas ormas-ormas radikal yang sudah sangat membahayakan keutuhan bangsa, dan menyatakan bahwa ormas- ormas yang anti Pancasila dan Bineka Tunggal Ika agar segera dinyataka sebagai ormas terlarang diseluruh wilayah NKRI,” Seru Budi, saat berorasi di depan Kanor Gubernur Jateng, Jl. Pahlawan Semarang, Selasa (10/1/17).

Budi menambahkan, agar semua aktivis, baik yang tergabung sebagai LSM ataupun ormas lain yang umum agar bersatu untuk menolak ormas- ormas radikal yang ada di Indonesia.

Budi juga menduga jika ormas tersebut juga dilatih oleh pihak aparat seperti TNI dan Polri yang bertujuan untuk membuat konflik di bangsa ini demi kepentingan- kepentingan tertentu.

“Presiden harus berani menindak tegas aparat TNI dan Polri yang diduga ikut terlibat dalam pergerakan ormas tersebut, kalau perlu pecat dan penjarakan mereka!” serunya. (Sigit)