PENDAM TNI Bentuk Tim Khusus Tangani Berita HOAX

Jajaran Pendam TNI saaat Potong Tumpeng perayaan HUT Pendam ke- 66

KANALINDONESIA.COM, SEMARANG : Peringatan hari jadi ke 66 Penerangan Angkatan Darat (Pendam), Kodam IV/Diponegoro menggelar syukuran yang dilaksanakan di Aula Pendam IV/Diponegoro, yang dihadiri oleh jajaran Pendam, Jumat (13/1/2017).

Pada peringatan Penerangan Angkatan Darat tahun ini mengambil tema, ‘Melalui Hari Jadi ke 66, Kita Mantabkan Peran Penerangan yang  Semakin Profesional dalam Menjawab Tantangan Dinamika Informasi dan Teknologi Guna Mendukung Tugas Pokok TNI AD’. Engan tema tersebut Pendam berharap penerangan angkatan darat mampu mengoptimalkan perasn dan fungsinya dalam menghadapi tantangan dan tuntutan tugas.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI MS. Fadhilah melalui Kapendam IV/Diponegoro, Kolonel Inf Dwi Endro Sasongko mengatakan, dengan perkembangan lingkungan strategis yang cepat dan dinamis, menurutnya, peran dan fungsi penerangan menjadi semakin penting dalam mendukung pencapaian tugas pokok TNI AD.

“Kondisi tersebut menuntut Dispenad untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya yang diperlukannya, baik personel, infrastruktur maupun suprastruktur agar mampu bekerja secara lebih professional dalam mendukung tugas pokok TNI AD secara maksimal,” paparnya.

Penerangan Angkatan Darat menyatakan, pihaknya harus mampu menjadi pelopor ketahanan informasi di tengah situasi darurat informasi yang ahkir- ahkir ini tidak bisa terkontrol dengan baik.

“Kita harus mampu menjadi contoh sekaligus penggerak kesadaran masyarakat dalam menyikapi dan mengelola informasi secara benar untuk kepentingan positif,” lanjutnya.

Sementara itu, terkait upaya positif yang digagas masyarakat untuk mencegah kerusakan moral dan karakter bangsa akibat informasi yang tidak bertanggungjawab, seperti, ‘Deklarasi Masyarakat Anti Hoax’  yang dilakukan serentak di 6 kota pada 8 Januari lalu, pihaknya menyatakan mendukung sepenuhnya.

Endro juga meminta kepada awak media untuk mewaspadai adanya berita-berita khususnya tentang TNI yang sumbernya tak bisa dipercaya, karena bisa menimbulkan potensi atau kerawanan konflik dengan pihak lain.

“Apabila ada berita seperti itu agar dikonfirmasikan ke Pendam,” ujarnya.

Endro mengaku pihaknya sudah membentuk tim untuk memonitor dan mengantisipasi apabila muncul  berita hoax yang berkaitan dengan TNI.

“Kita berikan penekanan terhadap anggota untuk tidak menyebarkan berita yang tak bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya. (Sigit)