Harga Melonjak, Para Siswa Diajari Tanam Cabai

Siswa Siswi SMP Islam Sultan Agung Saat Menanam Cabai

KANALINDONESIA.COM, SEMARANG : Mahalnya harga cabai di tanah air menginspirasi siswa-siswi SMP Islam Sultan Agung 4 Semarang untuk mencari solusi atas pelonjakan harga yang terjadi.

Dengan konsep sekolah konservasi yang menyelenggarakan kegiatan kepedulian lingkungan. Program internalisasi Budaya Sekolah Islami (BuSI) dalam memanifestasikan budaya kepedulian sekolah, mengajarkan Siswa- siswinya cara menanam cabai sebagai kebiasaan yang harus kembali dibudayakan.

Menurut Kepala Sekolah SMP Sultan Agung 4 Semarang, Nur Kholis. Harga cabai rawit yang kini tengah meroket, tidak terlepas dari dampak hilangnya budaya menanam cabai di pekarangan rumah. Kebiasaan menanam pohon cabai yang dulu kerap dilakukan di tengah masyarakat kini perlahan mulai hilang.

Oleh karena itu pihak sekolah memprakarsai siswa-siswinya agar memiliki jiwa sosial dalam memanfaatkan potensi yang berharga dengan membekali kemampuan kemandirian dan kewirausahaan melalui kegiatan menanam tumbuhan produktif, seperti cabai, tomat dan sayuran.

Nur Kholis menambahkan, kegiatan menanam bibit pohon cabai yang dilakukan secara serentak di seluruh sekolah ini diharapkan agar generasi muda mengenal kembali budaya bercocok tanam dan mampu menjawab masalah persoalan pangan lokal, bukan hanya sibuk bermain gadget.

Menurutnya, kegiatan ini menumbuhkan produktifitas siswa di lingkungan sekolah. Hingga akhirnya para siswa juga bisa ikut menerapkannya di rumah.

“Sekarang anak-anak sedang menanam cabai, karena sangat dimungkinkan harga cabai setiap tahun akan mengalami harga fantastis seperti sekarang ini,” ungkap Nur Kholis, Jumat (13/1/2017).

Nur Kholis berharap, apabila di rumah anak-anak memiliki pekarangan, mereka bisa menanam cabai di pekarangannya. Hasilnya tentu bisa dirasakan untuk kebutuhan sehari-hari terutama kalau harganya sedang melonjak seperti sekarang ini. (Sigit)