Kantor DPRD Trenggalek Difogging Cegah Meluasnya Wabah DB

Tim Dinkes Dalduk dan KB serta Puskesmas Rejowinangun sedang lakukan fogging di kantor DPRD Kab Trenggalek,Jln A Yani, pasca ada pasien yang terjangkit DB di wilayah sekitar, Kamis,(27/2)

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Kabupaten Trenggalek, Muhtarom mengatakan kegiatan foggingisasi yang dilakukan tim dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk-KB) di area Gedung dewan merupakan upaya pencegahan terhadap meluasnya wabah Demam Bedarah (DB) yang sempat merenggut nyawa warga.

“Kita berterimakasih adanya fogging di komplek kantor dewan agar wabah ini tidak meluas,”katanya, Kamis,(27/2) di Trenggalek.

Sebelumnya sebanyak 8 orang tim dari Dinkes Dalduk KB dan Puskesmas Rejowinangun menyambangi kantor DPRD Kabupaten Trenggalek yang berada di Jalan A Yani.

“Sekitar sejam petugas menyisir dari lorong utara hingga selatan disemprot pakai alat yang diisi obat anti nyamuk Aides Aigephty,”imbuh Muhtarom.

Baca:  Merasa Tertipu Iming-iming Investasi, Ibu-Ibu di Trenggalek Melapor Polisi

Tak hanya lorong, ruang sidang di lantai satu dan seluruh ruang komisi tak luput jadi sasaran pemfogingan hingga gudang arsip yang berada di sudut paling selatan gedung tua ini.

“Memang kondisinya gedung ini masih dipakai walau sudah umur. Buktinya banyak lanati yang masih pakai tegel bukan keramik. Ini menyebabkan kelembaban ruangan. Sehingga nyamuk sangat banyak saat siang hari,”tuturnya.

Di sisi lain, dr.Saeroni, Sekretaris Dinkes Dalduk-KB Kabupaten Trenggalek mengatakan jika Gedung DPRD Kabupaten Trenggalek menjadi salah satu sasaran fogging karena masuk radius 200 meter dari pasien terjangkit wabah DB.

“Ada pasien penderita DB yang ada di sekitar gedung dewan,”katanya.

Maka itu sesuai prosedur penanganannya, mantan Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek ini, wilayah sekitar tempat tinggal pasien harus dilakan penyemprotan.

Baca:  DPRD Trenggalek Perjuangkan Anggaran Pariwisata Naik

“Tadi sebelum ke kantor dewan juga menyemprot lokasi SDN 1 Surondakan dan Kantor Telkom,”terangnya.

Dilanjutkan Dia, apabila di sebuah wilayah ada yang positif terjangkit, maka tim dari dinas akan melakukan survey lapangan termasuk gejala demam di tubuh pasien sampai air di lingkup tempat tinggal untuk memastikan keberadaan jentik nyamuk Aides Aighepty nya.

“Setelah positif faktor yang menyebabkan ada orang yang terkena DB, maka tim langsung melakukan foggingisasi,”lanjutnya.

Dr Saeroni berharap dengan pola penanganan yang dilakukan dinasnya akan mampu menghambat penyebaran jentik nyamuk Aides Aighepty walaupun pemerintah telah menganggarkan setiap tahun.

“Anggarannya kurang lebih dua jutaan sekali kegiatan dan sudah teranggarkan setiap tahunnya,”pungkasnya Saeroni.

Baca:  Berikan Bunga, Simbol Warga Campurdarat Apresiasi Polri

Penulis : Eny Suprapti