DPRD Trenggalek Pastikan Pantau Perkembangan Puluhan Jemaah Umroh Akibat Corona

H Mugiyanto, Ketua Komisi IV DPRD Kab Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah,(DPRD), Kabupaten Trenggalek menegaskan pihaknya sedang memantau kabar resmi dari Kementrian Agama (Kemenag) setempat mengenai ditutupnya izin menjalankan ibadah umroh.

“Kita pastikan kondisi calon jemaah umroh baik yang sudah berada di tanah suci ataupun yang belum berangkat,”ucapnya, Jumat, (28/2) di Trenggalek.

Sebelumnya diketahui penghentian izin umrah diberlakukan pemerintah Arab Saudi guna mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Dikatakan pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Trenggalek ini menyatakan hal yang sama dengan para petinggi di negara Indonesia yakni wujud keprihatinan atas kebijakan yang diterbitkan Pemerintah Arab Saudi.

“Nah yang harus dijelaskan Pemerintah Arab Saudi sampai kapan kebijakan ini akan diterapkan? Apakah memang di Arab Saudi sendiri sudah teridentifikasi dari para jemaah umrah ini yang sudah terpapar positif virus corona?”ungkapnya.

Padahal menurut pria yang akrab disapa Kang Obeng ini, Trenggalek masih ada puluhan jemaah Umroh yang kini masih menjalani proses ibadahnya di tanah suci.

Baca:  Diduga Terbakar Api Cemburu, Warga Ponorogo Sabet Tetangganya dengan Clurit

“Seharusnya pemerintah Arab Saudi dapat melakukan langkah antisipasi terhadap penyebaran viru corona seiring banyaknya turis mancanegara yang datang untuk melangsungkan ibadah umroh,”tuturnya.

Maka itu, dirinya sangat prihatin dengan kondisi ini dan berharap agar Kemenag Kabupaten Trenggalek menyiapkan langkah langkah kongkret agar rasa aman , nyaman terhadap para jemaah yang sudah ada di Saudi Arabia maupun yang belum berangkat Umroh.

“Moga Kemenag sudah melakukan prosedur yang benar dalam mengantisipasi menjangkitnya Virus Corona kepada jemaah umroh dari Trenggalek,”harapnya.

Terpisah Dian Muhayat, staf Pelayanan Haji Satu Atap di Kantor Kemenag Kabupaten Trenggalek mengaku kini ada 40 orang jemaah yang tengah menjalankan ibadah umroh.
“Mereka diberangkatkan beberapa hari yang lalu oleh agen haji dan Umroh yang berkantor di Trenggalek,”katanya.

Baca:  Sistem Zonasi Tahun Ajaran Baru, Jumlah Siswa SDN di Pamekasan Alami Penurunan

Ditambahkannya, keberadaan jemaah yang sedang umroh di tanah suci dipastikan dalam kondisi sehat.

“Secara prosedur , jemaah yang akan berangkat baik ibadah Haji maupun Umroh, harus menjalani pemeriksaan dulu di Puskesmas yang ditunjuk,”tegasnya.

Oleh sebab itu kantor Dia , sudah mengantisipasi dengan agen haji dan umroh yang ada di Trenggalek untuk tidak memberangkatkan jemaahnya selama satu dua bulan ke depan.

“Kalau informasi yang resmi , kita belum mendapatkannya tetapi kita sudah koordinasikan kepada agen,”imbuhnya.

Sementara untuk jemaah Haji tahun 2020 menurut Dian, tidak ada masalah. Karena keberangkatan kloter Trenggalek diperkirakan pada Bulan Juni mendatang.

“Mudah mudahan virus ini segera berakhir dan bisa memudahkan lagi untuk umat muslim dalam menjalankan ibadahnya,”harapnya.

Dari informasi yang didapat, ada tiga agen yang resmi melayani jemaah dalam menjalankan ibadah Haji dan Umroh.

Diantaranya ,untuk yang melayani Haji ada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Armina, Jabal Noor, dan NU. Sedangkan untuk ibadah Umroh, ada Jabal Noor, Cahaya Kabah dan Attoyyibah.

Baca:  DPRD Trenggalek Tindaklanjuti LKPJ Bupati dengan Bentuk Pansus

Terpisah, H Mahfut, pimpinan KBIH Jabal Noor mengatakan dirinya sudah mengetahui keputusan pemerintah Arab Saudi yang menutup pemberangkatan jemaah Umroh.

“Kerajaan Arab Saudi membuat kebijakan meski tanpa berfikir akibat terhadap yang berkepentingan,” keluhnya.

Hingga kini dirinya tidak bisa memastikan kapan pemberangkatan jemaah Umroh itu akan dibuka kembali. Pasalnya kinipun dia masih memantau serius keberadaan 40 orang jemaah yang saat ini sudah ada di Saudi.
“ Secepatnya akan kita segera pulangkan,” cetusnya.
Mahfut berharap agar pemerintah Saudi segera membuka kembali izin jemaah Indonesia untuk ber umroh.

“Itu kebutuhan vital bagi umat Muslim di Indonesia, kalau memang sudah aman dari virus tersebut ya seyogyanya dibuka kembali,”pungkasnya.

Penulis : Eny Suprapti