DPRD Trenggalek Panggil RSUD dr Soedomo Terkait Pelayanan Pasien

Arik Sriwahyuni, Wakil Ketua DPRD Kab Trenggalek,pimpin sidang dengar pendapat perihal pelayanan RSUD dr Soedomo

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: DPRD Kabupaten Trenggalek menggelar acara dengar pendapat bersama beberapa aktivis peduli kemanusiaan dan topik terkait pelayanan RSUD Soedomo yang dianggap kurang maksimal bahkan terkesan buruk, Rabu .

Acara dengar pendapat ini dipimpin oleh Arik Sriwahyuni, salah satu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek dan didampingi Ketua Komisi IV.

Dijelaskan Arik, semua aspirasi yang disampaikan akan tetap ditindaklanjuti dan disampaikan ke bupati jika berkaitan langsung secara tehnis.”Kami bersama teman – teman akan memfasilitasi semua aspirasi dan keluhan – keluhan yang muaranya merugikan masyarakat, ” terangnya.

Politisi Partai Golkar ini mempersilahkan semua perwakilan untuk menyuarakan aspirasinya serta menanyakan langsung kepada pihak rumah sakit.”Kami sengaja menghadirkan pihak rumah sakit untuk bisa bertemu langsung.Semuanya biar bisa gamblang, ” katanya.

Bambang Puji, salah satu aktivis sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit plat merah tersebut.

Baca:  Diduga lalai, Mekanik Tewas saat Kerjakan Proyek di Trenggalek

Menurutnya, selain pelayanan dari pihak rumah sakit kurang memuaskan juga terkesan kurang bersahabat.”Orang yang datang ke rumah sakit itu orang susah jadi jangan dibebani dengan pelayanan yang kurang bersahabat, ” ucapnya.

Pria juga merupakan Presiden Info Sekitar Trenggalek (IST) meminta kepada pemerintah daerah melalui DPRD agar mempertimbangkan dan mendengar 10 Tuntutan Reformasi Pelayanan RSUD dr.Soedomo Trenggalek.

10 Tuntutan yang di maksudkan Bambang adalah, memberikan pelayanan prima kepada pasien rawat jalan dan inap, bagi para medis laksanakan tugas sesuai PP 26 Tahun 1960 tentang Lafal Sumpah Dokter, beri sangsi pemecatan kepada anggota keamanan yang terkesan kaku dan arogan, cepat dan tepat waktu pelayanan obat di apotik, para medis cepat dan tanggap terhadap pelayanan pasien terutama yang di Poli, tidak boleh diskriminasi antara pasien BPJS dan umum, berikan rasa nyaman dan aman bagi para pasien, transparansi penggunaan kebutuhan medis bagi pasien yang baru masuk UGD, mendahulukan penanganan dari pada administrasi dan transparansi anggaran serta rekrutmen tenaga penunjang.

Baca:  Garda Bangsa Siap Bergerak untuk Pacitan yang Lebih Maju

“Saya berharap DPRD Kabupaten Trenggalek bisa mendengar 10 tuntutan teman – teman, ” cetusnya.

Ditegaskan Bambang, secara umum teman – teman kurang puas karena Direktur Rumah Sakit tidak bisa hadir dalam acara dengar pendapat ini.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek, Mugiyanto, menghargai semua aspirasi yang disampaikan oleh para aktivis.

Politisi Partai Demokrat ini akan tetap memperjuangkan aspirasi – aspirasi yang disuarakan dan akan dilaporkan ke Ketua DPRD untuk dijadikan bahan evaluasi sekaligus rujukan kepada bupati.

“Kami bersama teman – teman belum lama ini melakukan sidak ke rumah sakit dan langsung melakukan tanya jawab dengan para pasien, ” jelasnya.

Baca:  Plt Bupati Tegaskan Metode Active Learning Calssroom Terbaik

Mugiyanto berharap kepada pihak rumah sakit untuk segera berbenah agar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat bisa baik dan tidak sebaliknya.”Jika saja pelayan pasien tidak segera diatasi bisa menjadi masalah baru, yaitu pasien lebih memilih berobat di rumah sakit tetangga, ” tegasnya.

Mugianto juga akan menunggu janji terkait program Sistim Informasi Manejemen Rumah Sakit (SIM -RS) yang dianggap bisa menyelesaikan masalah dan akan mulai beroperasi tiga atau empat bulan kedepan.

“Mudah – mudahan program SIM – RS segera beroperasi dan bisa menjadi solusi terkait pelayanan, ” pungkasnya.

Penulis : Eny Suprapti