Komisi III DPRD Trenggalek Minta Mitigasi dan Kalkulasi Bencana, Pasca ambrolnya jembatan Pogalan dan Jatiprahu

Sukarodin, Ketua Komisi III DPRD Kab Trenggalek minta BPBD dan PUPR segera laporkan ambrolnya jembatan Pogalan dan Jatiprahu

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Sukarodin, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Trenggalek yang membidangi infrastruktur dan pembangunan meminta pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera melakukan mitigasi bencana menyusul ambrolnya dua jembatan penghubung antar desa antar kecamatan akibat hujan deras yang mengguyur wilayah kota ‘Kripik’ ini.

Sebelumnya, akibat hujan deras yang mengguyur hampir di 14 kecamatan yang ada pada Kabupaten Trenggalek, mengakibatkan jembatan yang ada di RT 27 RW 5 Dusun Ngegong Desa Jatiprahu Kecamatan Karangan dan satu lagi jembatan yang ada di Desa Pogalan Kecamatan Pogalan yang menghubungkan ke Desa Sambirejo Kecamatan Trenggalek.

“Segera saja kita perintahkan mitigasi dan kalkulasi kerugian agar tidak terjadi bencana susulan hingga pemerintah merugi serta masyarakat makin terdampak,”ucapnya, Senin,(2/3) di Trenggalek.

Baca:  Jelang Pilgub Polres Lamongan Gelar Apel Pengamanan Bersama Ribuan Petugas

Politisi PKB ini mengungkapkan tidak ada kata terlambat dalam proses penanggulangan bencana, karena faktor cuaca ekstrem sudah didengungkan melalui BPBD dari pihak BMKG.

“Semua unsur harus mewaspadai cuaca ekstrem sampai bulan berikut seperti yang diberitakan dari pihak BMKG,”tuturnya.

Terhadap dampak bencana seperti jembatan, pihaknya menunggu laporan dinas agar secepatnya dilakukan kebijakan akibat bencana bukan pasca bencana terhadap proses penganggarannya.

“Kalau dinyatakan akibat dari bencana anggarannya bisa langsung diturunkan dan bisa langsung dilakukan pembangunan kembali,”terangnya.

Namun jika laporannya terlambat bisa masuk kategori pasca bencana dan berakibat penganggarannya pada tahun berikut.

“Minimal bisa dilakukan di Perubahan Anggaran atau P-APBD tahun ini,”imbuhnya.

Sementara itu , Suparni Kepala Desa Pogalan Kecamatan Pogalan menuturkan, ambrolnya jembatan yang menghubungkan antara desanya dengan Desa Sambirejo itu diakibatkan hujan deras yang mengguyur sejak pukul 12.00 WIB hingga 15.00 WIB, Minggu, (1/3).

Baca:  Pria di Trenggalek ini Pukul Mantan Istri Pakai Palu

“Debit air yang meningkat serta derasnya aliran air di Sungai Ngasinan mungkin jadi penyebab tiang penyangga jembatan tidak mampu menahan,”tuturnya.

Lanjut Suparni, jembatan tersebut menjadi jalur terdekat aktivitas warganya yang bekerja dan bersekolah salah satunya di SMAN 2 Trenggalek.

“Banyak warga kami yang anaknya sekolah di SMAN 2 Trenggalek yang memanfaatkan jembatan ini karena jarak tempuhnya sangat dekat,”lanjutnya.

Sehingga jembatan itu diharapkan kades yang terpilih kedua kalinya ini agar segera diperbaiki oleh pemerintah supaya aktifitas bersekolah kembali lancar.

“Kasihan kalau harus memutar di Jembatan Ngadirenggo yang harus memutar hampir 5 kilometer jarak tempuhnya,”keluhnya.

Dari informasi yang didapat, kerugian akibat ambrolnya jembatan di dua kecamatan itu masih dalam kalkulasi atau penghitungan pihak BPBD dan PUPR setempat.

Baca:  Banjir Luapan Kali Ngemplak Sempat Genangi Jalan Utama Masuk Kawasan Wisata Prigi Trenggalek

Penulis : Eny Suprapti