Pemkab Trenggalek Rapat bersama Forkopimda bahas Corona

dari kiri ke kanan, Joko Irianto, Sekda Kab Trenggalek, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, Kapolres Trenggalek dan Pasiter Kodim 0806 Trenggalek, Kapten Czi Hendro Kusumo

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengelar Rapat koordinasi (Rakor) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Berlangsung di ruang jamuan rapat Rupatama Polres Trenggalek, Rabu, (4/3).

Rakor ini sebagai antisipasi kemungkinan yang terjadi terhadap penyebaran virus Corona di wilayah Kabupaten Trenggalek.

Bupati Trenggalek yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Ir Joko Irianto mengatakan penyebaran virus Corona sudah semakin terbilang gawat. Pasalnya melalui pernyataan resmi Presiden RI Joko Widodo yang telah mengumumkan dua orang WNI resmi terjangkit penyakit yang inkubasinya hanya berlangsung 5-15 menit saja.

“Maka itu kita yang ada di daerah sudah harus mengantisipasi agar tidak mewabah ke sini,”ungkapnya.

Selain itu , penutupan perjalanan jemaah Umroh ke tanah suci Arab juga suda dilakukan pemerintah Arab Saudi hingga Trenggalek yang kini punya 40 orang jemaah saat diumumkan pun juga tak luput dari pemantauan pemulangannya ke Trenggalek.

Baca:  Dewan Trenggalek Katakan PKPU Tabrak UU Pemilu

“Kemarin kita sudah koordinasikan dengan Kemenang Trenggalek dan walhasil 40 orang jemaah Umroh kita juga sudah selamat sampai rumah masing-masing,”tuturnya.

Dikatakan Joko Irianto, hari ini pihaknya mengundang seluruh jajaran Forkopimda, sebagai langkah yang harus dilakukan setiap instansi, lembaga untuk mengantisipasi datangnya virus Corona.

“Sudah kita persiapkan, nantinya akan ada sosialisasi dan kajian terhadap penyebaran virus Corona. Dari Dinas Kesehatan sudah membentuk tim khusus dari tingkat Kabupaten sampai tim tingkat Puskesmas. Tim ini sebagai penggerak kegiatan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona,” ungkapnya.

Joko Irianto menambahkan Tim yang dibentuk Dinas Kesehatan Trenggalek juga sudah mulai melakukan koordinasi, serta memperbanyak sosialisasi. Kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan penanganan secara medis, agar tidak terpapar virus ini.

Baca:  25 OKP Tolak Musda ke 12 KNPI Provimsi Jatim di Trenggalek

“Saya berharap sosialisasi terhadap virus ini fungsinya memberikan pemahaman dan pengertian serta cara mensikapi virus tersebut, jangan sampai malah membuat masyarakat luas panik dengan adanya sosialisasi. Ini sebagai langkah kongkrit yang sudah dilakukan,” pungkasnya.

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn seimanjuntak, mengatakan rakor sebagai salah satu langkah antisipasi penyebaran dan penangulangan virus corona yang telah menyebar di 16 negara di belahan dunia.

“Rakor ini sangat penting karena kita ingin menyepakati bagaimana suatu prosedur bila mana ada pasien yang terjangkit virus corona,” kata AKBP Jean Calvijn.

Menurut Kapolres, rakor itu sangat penting dilakukan meskipun sampai saat ini di Kabupaten Trenggalek belum ada yang positif terkena virus tersebut.

“Ini sebagai langkah inisiatif yang dilakukan Polres Trenggalek bersama Pemerintah dalam upaya pencegahan,” tegasnya.

Baca:  Bupati Emil Dardak Inginkan TNI Makin Dewasa

Sementara itu, dr H Saeroni Sekretaris Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana menjelaskan kegiatan ini juga sebagai sosialisasi terkait dengan merebaknya virus Corona. Yang paling penting adalah bagaimana menyiapkan masyarakat, mulai dari kewaspadaan sehingga masyarakat tidak perlu panik.

“Yang kita sampaikan ke masyarakat lebih ke arah sosialisasi tentang virus tersebut dari penyebab, gejala, dan cara pencegahannya,” ujar Saeroni.

Saeroni menambahkan paling sederhana untuk mencegah virus tersebut agar tidak menular salah satunya adalah dengan mencuci tangan dan pemakaian masker.

Dia berharap, Rakor ini memberikan pemahaman dan langkah konkrit terhdapap kesiapan diseluruh lembaga, instansi untuk ikut berpartisipasi dalam pencegahan virus Corona yang menjadi isu internasional.

Penulis : Eny Suprapti